Ekonomi Update 20 Maret 2017

  • Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Januari 2017 tercatat sebesar USD320,3 miliar atau tumbuh 3,4% (yoy).
  • Indonesia bersama negara-negara G20 meneguhkan kembali komitmen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dunia dan memperkuat resiliensi ekonomi di lingkup nasional dan global.
  • Indonesia Composite Bond Index (ICBI) pada penutupan perdagangan Jumat tercatat naik +0,2407poin (+0,11%) ke level 217,6323.
  • Bank Indonesia mengingatkan pemberian porsi dividen dari laba perbankan perlu memperhitungkan dampak penurunan rasio kecukupan modal dan kemampuan bank tersebut dalam mencapai target penyaluran kreditnya di tahun ini.
  • Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara mengatakan peraturan untuk perdagangan instrumen utang sertifikat deposit (Negoitable Certificate Deposit/NCD) di pasar uang akan segera terbit.
  • Membuka perdagangan awal pekan ini, Senin (20/3/2017), indeks harga saham gabungan (IHSG) naik 0,22% atau 11,96 poin ke level 5.552,39.
  • Pergerakan nilai tukar rupiah dibuka menguat tipis 0,03% atau 4 poin ke Rp13.341 per dolar AS pada perdagangan awal pekan ini, Senin (20/3/2017).
  • Bursa saham Asia memerah mengawali perdagangan Senin (20/3).
  • Harga emas menguat ke $1,233 di awal perdagangan sesi Asia hari Senin dengan fokus investor tertuju para beberapa komentar pembuat kebijakan Fed di pekan ini. 
  • Dolar masih bergerak lesu di sesi perdagangan Asia hari Senin dengan sentimen masih belum berubah setelah pekan lalu Federal Reserve berikan pedoman suku bunga yang kurang "hawkish" daripada yang diharapkan investor. 
  • Minat orang Rusia berinvestasi di Amerika Serikat (AS) makin tinggi pasca terpilihnya Presiden AS Donald Trump.
  • Forbes menyusun daftar 25 manajer hedge fund dengan penghasilan tertinggi tahun 2016.
  • Pasar keuangan dunia langsung bereaksi setelah Bank Sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve) mengerek suku bunga acuan.
  • Ekspor domestik non-minyak (non-oil domestic exports / NODX) Singapura pada bulan Februari lalu melejit 21,5% dibanding tahun sebelumnya (yoy).
  • Kelompok negara G-20 berkomitmen untuk memberantas kejahatan cyber kepada sistem perbankan global.
  • Unilever mempersiapkan diri untuk menjual beberapa merek makanan.

EKONOMI DOMESTIK

 

  • Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Januari 2017 tercatat sebesar USD320,3 miliar atau tumbuh 3,4% (yoy). Berdasarkan kelompok peminjam, pertumbuhan tahunan ULN sektor publik meningkat, sedangkan pertumbuhan tahunan ULN sektor swasta menurun. ULN sektor publik pada Januari 2017tercatat sebesar USD161,2 miliar atau tumbuh 12,4% (yoy), lebih tinggi dari pertumbuhan di bulan sebelumnya yang sebesar 11,0% (yoy). Sementara itu, posisi ULN sektor swasta pada Januari 2017tercatat sebesar USD159,0 miliar atau turun 4,3% (yoy), lebih kecildibandingkan penurunan bulan sebelumnya yang sebesar 5,9% (yoy). Berdasarkan jangka waktu asal, baik ULN jangka panjang maupun ULN jangka pendek mengalami peningkatan pertumbuhan. ULN berjangka panjang tumbuh 1,9% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan Desember 2016 yang sebesar 1,1% (yoy), sementara ULN berjangka pendek tumbuh 14,7% (yoy), jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Desember 2016 sebesar 6,7% (yoy). Dengan perkembangan tersebut, ULN jangka panjang masih tetap mendominasi ULN Indonesia pada Januari 2017 yang tercatat mencapai USD277,0miliar atau 86,5% dari total ULN. ULN jangka panjang tersebut terdiri dari ULN sektor publik sebesar USD159,2 miliar (pangsa 57,5% dari total ULN jangka panjang) dan ULN sektor swasta sebesar USD117,8 miliar (pangsa 42,5% dari total ULN jangka panjang). Sementara itu, ULN berjangka pendek tercatat sebesar USD43,3 miliar (pangsa 13,5% dari total ULN), terdiri dari ULN sektor swasta sebesar USD41,3 miliar (pangsa 95,4% dari total ULN jangka pendek) dan ULN sektor publik sebesar USD2,0miliar (pangsa 4,6% dari total ULN jangka pendek). Menurut sektor ekonomi, posisi ULN swasta pada akhir Januari 2017 terkonsentrasi di sektor keuangan, sektor industri pengolahan, sektor pertambangan, serta sektor listrik, gas dan air bersih. Pangsa ULN keempat sektor tersebut terhadap total ULN swasta mencapai 76,6%. Pertumbuhan ULN di sektor sektor listrik, gas dan air bersih meningkat dibandingkan dengan Desember 2016. Sementara itu, pertumbuhan tahunan ULN sektor pertambangan, sektor industri pengolahan, dan sektor keuangan masih mengalami kontraksi pertumbuhan. Bank Indonesia memandang perkembangan ULN pada Januari 2017 tetap sehat, namun terus mewaspadai risikonya terhadap perekonomian nasional. Bank Indonesia terus memantau perkembangan ULN, khususnya ULN sektor swasta. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan keyakinan bahwa ULN dapat berperan secara optimal dalam mendukung pembiayaan pembangunan tanpa menimbulkan risiko yang berpotensimemengaruhi stabilitas makroekonomi.
  • Indonesia bersama negara-negara G20 meneguhkan kembali komitmen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dunia dan memperkuat resiliensi ekonomi di lingkup nasional dan global. Upaya mewujudkan pertumbuhan yang kuat, berimbang, berkesinambungan, dan inklusif itu ditempuh dengan kebijakan moneter, fiskal, dan reformasi struktural. Hal itu mengemuka dalam Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral negara G20 pada 17-18 Maret 2017 di Baden-Baden, Jerman. Gubernur Bank Indonesia, Agus D.W. Martowardojo, yang hadir dalam pertemuan itu bersama delegasi Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan Republik Indonesia, menyampaikan apresiasi atas komitmen G20 tersebut. Di tengah pemulihan ekonomi global yang belum kuat dan berimbang dewasa ini serta guna mewujudkan target pertambahan pertumbuhan kolektif negara G20 sebesar 2% (dalam periode 5 tahun sejak 2014) pada 2018, Indonesia mendukung fokus Presidensi Jerman yang menekankan pada pentingnya implementasi komitmen negara G20 pada dokumen yang dikenal dengan Growth Strategy, khususnya yang terkait dengan komitmen reformasi struktural. Terkait penguatan resiliensi, Indonesia mendukung agenda Presidensi Jerman dalam penyusunan Panduan Resiliensi (Note of Resiliency) sebagai rujukan yang bersifat tidak-mengikat bagi negara G20 guna memperkuat resiliensi ekonomi, di tengah meningkatnya ketidakpastian global terkait dengan arah kebijakan negara maju, risiko geopolitik, dan tren proteksionisme. Upaya penguatan resiliensi itu juga didukung dengan penguatan Jaring Pengaman Keuangan Global (Global Financial Safety Net atau GFSN), dengan IMF berperan utama, dan adanya kolaborasi antara Jaring Pengaman Keuangan Regional (Regional Financial Arrangement atau RFA) dan IMF. Dalam hal ini, Indonesia menyambut baik pengembangan instrumen bantuan likuiditas baru IMF serupa fasilitas swap, yang diperuntukkan bagi negara anggota dengan fundamental ekonomi baik. Indonesia berharap agar instrumen baru itu segera tersedia serta agar G20 mendukung IMF dalam finalisasi instrumen baru tersebut. Masih sejalan dengan penguatan resiliensi, Indonesia juga mendukung pembahasan G20 tentang manajemen aliran modal (capital flows management atau CFM). Meski Indonesia telah meliberalisasi aliran modal sejak 35 tahun lalu serta memperoleh manfaatnya bagi pembiayaan perekonomian, disadari keterbukaan aliran modal juga menimbulkan risiko terkait volatilitas aliran modal yang berlebihan. Untuk memitigasi risiko ini, Indonesia memandang bahwa CFM diperlukan sebagai pelengkap kebijakan makroekonomi yang sehat guna melindungi ekonomi dan stabilitas keuangan domestik dari dampak rambatan global yang negatif. Indonesia menerapkan prinsip dan panduan CFM yang disusun dalam Institutional View dari IMF. Terkait dengan resiliensi keuangan, G20 berkomitmen menuntaskan implementasi agenda reformasi sektor keuangan secara tepat waktu dan konsisten. Dalam kaitan ini, Indonesia mendukung upaya mengatasi kerentanan struktural dari kegiatan pengelolaan aset, shadow banking, over the counter (OTC) derivatives, Central Counterparties (CCP), permodalan Basel 3, dan risiko misconduct. Indonesia juga mendukung kerangka struktural yang akan mengevaluasi dampak dari implementasi reformasi keuangan global untuk perbaikan ke depan. Dalam pengembangan sektor keuangan, inovasi digital dinilai memberikan manfaat dan kesempatan bagi perkembangan jasa keuangan sekaligus potensi risiko yang perlu dikelola. Untuk itu, Indonesia bersama G20 terus mendukung dan memantau pengembangan keuangan digital serta menyambut baik rencana identifikasi isu-isu pengaturan dan pengawasan keuangan digital dari perspektif stabilitas keuangan. Dalam kaitan ini, Bank Indonesia menyampaikan kemajuan Indonesia melalui pembentukan Fintech Office. Dalam area keuangan inklusif, Indonesia juga terus mendukung kerjasama Global Partnership for Financial Inclusion (GPFI) dalam meningkatkan akses dan literasi keuangan untuk kelompok rentan dan UMKM. Sebagai bentuk kemajuan kongkrit Indonesia di area ini, Bank Indonesia menyampaikan bahwa Indonesia telah dapat menyalurkan dana bantuan sosial kepada kelompok rentan (Government to People) secara non tunai menggunakan sistem perbankan melalui Layanan Keuangan Digital (LKD). Hal ini secara signifikan mampu menjangkau masyarakat yang belum tersentuh layanan perbankan (unbanked) dan mendorong berkembangnya ekosistem non tunai bagi UMKM di Indonesia. Selanjutnya, Gubernur Bank Indonesia menyampaikan komitmen Bank Indonesia untuk senantiasa menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan serta mendukung pembahasan di kerjasama internasional untuk memperkuat resiliensi ekonomi dan keuangan guna mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang kuat, berimbang, berkesinambungan, dan inklusif.
  • Indonesia Composite Bond Index (ICBI) pada penutupan perdagangan Jumat tercatat naik +0,2407poin (+0,11%) ke level 217,6323. Penguatan tersebut ditopang oleh kinerja obligasi pemerintah, INDOBeXG-Total Return, yang naik +0,2220poin (+0,10%) ke level 214,8075; dan obligasi korporasi, INDOBeXC-Total Return, yang naik +0,3756poin (+0,16%) ke level 229,0716. Kurva IBPA-IGSYC (IBPA-Indonesia Government Securities Yield Curve) berlanjut berpola bullish. Namun pada seri-seri tenor panjang (8-30tahun) penurunan yield tampak mereda dengan rata-rata hanya sebesar –0,01bps. Untuk kelompok tenor pendek (1-4tahun) dan menengah (5-7tahun) masing-masing mencatatkan penurunan rata-rata yield sebesar –4,77bps dan –5,95bps. INDOBeXG-Effective Yield Jumat kemarin ditutup di level 7,4047 atau turun –0,0251poin dari penutupan Kamis. Harga kelompok SUN benchmark berlanjut rally dengan FR0072 memimpin kenaikan tersebut yakni sebesar +22,19bps. Sedangkan kenaikan harga terendah dicatatkan FR0061 sebesar +2,58bps. Harga seri-seri SBN tipe Fixed Rate dan ORI mayoritas juga berlanjut rally dengan rata-rata harga pada ke-43 serinya menguat sebesar +9,66bps. Dominasi rally harga tersebut mendorong bergerak keatasnya INDOBeXG-CP ke level 113,4563 (+0,08%) dari sebelumnya di level 113,3625. Aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder kemarin tampak semakin solid. Total volume meningkat +14,97% dari Rp16,43tn menjadi Rp18,89tn ditengah penurunan total frekuensi sebesar –27,22% dari 944 kali menjadi 687 kali. Solidnya transaksi Jumat kemarin terpicu oleh transaksi SBN tenor pendek dan panjang yang masing-masing meningkat sebesar +16,48% (menjadi Rp5,55tn) dan +34,74% (menjadi Rp10,63tn). FR0072 menjadi seri SBN yang paling aktif dan solid ditransaksikan dengan total frekuensi 98 kali; dan total volume sebesar Rp2,41tn. Hingga akhir perdagangan pekan kemarin kinerja pasar obligasi berlanjut menghijau. Secara week on week, ICBI mencatatkan kenaikan sebesar +0,93%wow. Penguatan kinerja pasar obligasi Jumat kemarin merupakan bentuk respon positif pasar terhadap kenaikan FFR oleh the Fed ke level 0,75%-1,00%; dan dipertahankannnya BI 7-Day RR oleh Bank Indonesia di level 4,75%. Tren apresiasi yang berlanjut mewarnai pergerakan rupiah turut semakin memberikan sentimen positif di pasar obligasi. Rupiah di pasar Spot Jumat kemarin ditutup menguat 2,0poin ke level Rp13.345/US$; dan pagi ini kembali dibuka menguat di level Rp13.340/US$. Sejalan dengan berbagai sentimen positif di pasar, persepsi risiko global terhadap instrumen obligasi domestik Jumat kemarin juga semakin menurun, tercermin dari CDS Indonesia yang turun sebesar –4,15bps. Senada dengan pasar obligasi, IHSG Jumat kemarin ditutup menguat +0,40% di level 5.540,43. Pergerakan pasar hari ini diperkirakan cenderung mendatar. Paska kenaikan FFR dan belum adanya sentimen baru yang dominan, pasar berpotensi untuk lebih giat melakukan aksi trading.
  • Bank Indonesia mengingatkan pemberian porsi dividen dari laba perbankan perlu memperhitungkan dampak penurunan rasio kecukupan modal dan kemampuan bank tersebut dalam mencapai target penyaluran kreditnya di tahun ini. Menurut Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara di Jakarta, Jumat, bank yang memiliki indikator rasio kecukupan modal bank (Capital Adequacy Ratio/CAR), kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) ataupun rasio biaya pencadangan yang lebih buruk dibanding rata-rata industri perbankan, sebaiknya tidak memberikan dividen yang terlalu tinggi kepada para pemegang saham. Pada akhir Januari 2017, menurut BI, CAR industri perbankan sebesar 23 persen rasio likuiditas (AL/DPK), rasio kredit bermasalah sebesar 3,1 persen (gross). "Tentu sebaiknya jangan memiliki dividen pay out ratio yang terlalu tinggi karena bisa memakan permodalan," ujar Mirza. Meskipun demikian, Mirza mengatakan BI memang belum mengatur besaran spesifik mengenai rasio dividen ataupun parameter lain bagi perbankan dalam memberikan dividen kepada para pemegang saham. Menurut dia, pengaturan pemberian dividen merupakan ranah mikroprudensial yang lebih tepat diatur Otoritas Jasa Keuangan (OJK). "Kami tidak bilang usulannya berapa, cuma bagi BI, sebaiknya arahnya seperti itu. Bank-bank yang (rasio/indikatornya) kecil, dividennya besar, itu sebaiknya harus diperhatikan," tutur Mirza. Selain kecukupan pendanaan atau Dana Pihak Ketiga (DPK), lanjut Mirza, perbankan juga harus menjamin kecukupan modalnya untuk mengekspansi kreditnya tahun ini. BI dan OJK memroyeksikan rentang pertumbuhan kredit perbankan yang cukup ekspansif tahun ini, yakni dengan batas atas 12 persen (yoy). Pada 2016 kredit perbankan hanya tumbuh 7,8 persen (yoy). Sebelumnya, dalam paparan hasil Rapat Dewan Gubernur BI periode Februari 2017, Gubernur BI Agus Martowardojo menjelaskan bahwa bank sentral berencana untuk menelurkan kebijakan terkait pengelolaan dividen. Pengaturan pengelolaan dividen itu untuk memastikan korporasi memiliki kecukupan dan ketahanan modal yang cukup karena pada 2017 tekanan ekonomi global dan domestik berpotensi meningkat. "Kami meyakini, pembayaran dividen merupakan sesuatu yang baik. Tapi perlu juga dijaga kesehatan institusi," kata Agus saat itu.
  • Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara mengatakan peraturan untuk perdagangan instrumen utang sertifikat deposit (Negoitable Certificate Deposit/NCD) di pasar uang akan segera terbit. Menurut Mirza di Jakarta, Jumat, koordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selaku pengatur industri perbankan dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) selaku lembaga yang akan menatausahakan NCD, sudah rampung. "Seharusnya sebentar lagi bisa terbit. Instrumen pasar uang seharusnya bisa diperdagangkan," ujar dia. Dengan penerbitan peraturan NCD, kata Mirza, perbankan dapat memiliki alternatif lain untuk memperoleh pendanaan, terutama untuk pendanaan jangka pendek. "Sehingga pada akhirnya penyaluran kredit dapat lebih kuat," tuturnya. Semula BI menargetkan peraturan NCD dapat terbit di 2016, namun rencana realisasi tersebut harus mundur karena proses koordinasi dengan OJK dan KSEI. Peraturan tersebut merupakan aturan turunan dari Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor: 18/11/PBI/2016 tentang Pasar Uang yang diterbitkan Agustus 2016. Selain NCD, BI juga berencana untuk mengeluarkan peraturan untuk instrumen utang commercial paper. BI memerkirakan penerbitan instrumen utang akan meningkat pada tahun ini karena kebutuhan pendanaan untuk ekspansi perbankan. Merujuk data yang pernah diutarakan BI, sepanjang 2016, volume NCD yang masuk dalam pipeline mencapai Rp22 triliun. Per Juni 2016, realisasi nilai penerbitan (outstanding) NCD oleh perbankan mencapai Rp13 triliun.
  • Membuka perdagangan awal pekan ini, Senin (20/3/2017), indeks harga saham gabungan (IHSG) naik 0,22% atau 11,96 poin ke level 5.552,39. Sebelumnya, reli indeks harga saham gabungan (IHSG) berlanjut pada penutupan perdagangan hari kelima, Jumat (17/3/2017). IHSG ditutup menguat 0,40% atau 22,19 poin ke level 5.540,43, level penutupan tertinggi sepanjang masa setelah sebelumnya berakhir di level tertinggi sejak April 2015. Sepanjang perdagangan akhir pekan lalu, IHSG bergerak di kisaran paling rendah 5.499,39, kemudian menyentuh level 5.557,98 pada pukul 09.02 WIB. Dari 540 saham yang diperdagangkan hari ini, sebanyak 157 saham menguat, 151 saham melemah, dan 232 saham stagnan. Enam dari sembilan indeks sektoral IHSG berakhir positif, dipimpin oleh sektor tambang (+1,40%) dan finansial (+1,06%). Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis-27 berakhir naik 0,55% atau 2,66 poin ke 483,45  setelah dibuka dengan penguatan 0,60% di posisi 483,69. Di pasar regional, mayoritas bursa saham terpantau ikut reli dengan indeks FTSE Straits Time Singapura (+0,31%), indeks SE Thailand (+0,10%), indeks FTSE Malay KLCI (+0,46%), dan indeks PSEi Filipina (+0,91%). Seperti dilansir Bloomberg, pencatatan rekor IHSG ditopang oleh aliran dana asing masuk setelah Federal Reserve memberikan nada dovish pertengahan pekan ini. Investor asing mengalirkan sekitar US$138 juta ke dalam pasar saham lokal kemarin, aliran dana masuk terbesar dalam satu hari sejak Oktober. Para investor mendapat sinyal bullish pada Rabu, ketika sejumlah pejabat The Fed melakukan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin seperti yang telah diprediksi. Meski demikian, bank sentral AS tersebut mengisyaratkan tidak akan mempercepat laju pengetatan berikutnya seperti yang diharapkan oleh sejumlah investor. “Pernyataan The Fed telah membantu menghilangkan kehawatiran sebelumnya tentang kemungkinan langkah kenaikan yang lebih agresif. Hal ini memicu arus masuk ekuitas. Reli kemungkinan berlanjut seiring perkiraan pertumbuhan EPS sebesar 25% untuk 2017,” ujar Jemmy Paul, direktur investasi di PT Sucorinvest Asset Management. Menurutnya, indeks dapat mencapai level 6.100 pada akhir tahun ini.
  • Pergerakan nilai tukar rupiah dibuka menguat tipis 0,03% atau 4 poin ke Rp13.341 per dolar AS pada perdagangan awal pekan ini, Senin (20/3/2017). Sebelumnya, rupiah ditutup menguat meski hanya sebesar 0,01% atau 2 poin ke Rp13.345 per dolar AS setelah diperdagangkan di kisaran Rp13.314 – Rp13.358 per dolar AS. Berlanjutnya penguatan rupiah pada perdagangan hari ini ditopang oleh pelemahan dolar AS. Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan mata uang dolar terhadap mata uang utama lainnya terpantau melemah 0,21% atau 0,210 poin ke posisi 100,150 pada pukul 16.26 WIB setelah sebelumnya ditutup melemah 0,38% atau 0,380 poin di 100,360. Indeks dolar AS terus melaju negatif pada perdagangan hari ini setelah Federal Reserve menaikkan suku bunga acuannya namun mengisyaratkan tidak akan mempercepat laju pengetatan di masa mendatang seperti yang diharapkan sejumlah investor. The Fed menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin ke kisaran 0,75%-1%. Meski demikian, bank sentral AS tersebut menyatakan hanya akan melakukan kenaikan lebih lanjut secara bertahap. Langkah Fed tersebut mengecewakan laju dolar yang mengharapkan adanya petunjuk kemungkinan naiknya suku bunga untuk keempat kalinya tahun ini. Rupiah mampu mempertahankan apresiasinya terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini di saat mata uang lainnya di Asia bergerak variatif. Dolar Taiwan memimpin penguatan kurs Asia dengan 0,11%, sementara pelemahan terhadap dolar di antaranya dialami oleh rupee India sebesar 0,22% dan renminbi China dengan 0,11%.

 

EKONOMI GLOBAL

 

  • Bursa saham Asia memerah mengawali perdagangan Senin (20/3). Pelaku pasar tengah mencerna berita utama dari pertemuan menteri keuangan kelompok G20 di Jerman pada akhir pekan dan China Development Forum selama dua hari ke depan. Dalam forum KTT G20, para menteri keuangan memperingatkan terhadap devaluasi kompetitif dan pasar keuangan yang kacau, tapi gagal menyepakati menjaga perdagangan global yang bebas dan terbuka. Indeks acuan Jepang turun 0,35 % pada perdagangan pagi, karena yen menguat terhadap dollar AS. Penguatan yen adalah negatif untuk saham Jepang, karena membuat ekspor lebih mahal. Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengatakan pada hari Minggu di Jerman bahwa Uni Eropa dan Jepang harus segera mencapai kesepakatan ekonomi, dan menekankan pentingnya perdagangan bebas ke negaranya, Reuters melaporkan. Sementara itu, indeks ASX 200 di Australia merosot 0,27 %, melihat kerugian yang luas di semua sub-indeks. Indeks Kospi Korea Selatan turun 0,41 %. Sebelumnya, data resmi menunjukkan bahwa Februari harga produsen Korea Selatan naik pada laju tercepat lebih dari lima tahun, dengan indeks harga produsen (PPI) di 4,2 %, dibandingkan dengan Januari 3,9 %. Asal tahu saja, dollar diperdagangkan pada 100,3 terhadap sekeranjang mata uang pada perdagangan awal di Asia. Yen menguat ke 112,71, jatuh di bawah 113, terhadap greenback. Dollar Australia lebih kuat di US$ 0,7704 pada 6:55 HK / SIN. Sebelumnya, saham AS ditutup mixed Jumat, terseret oleh penurunan saham keuangan dan kesehatan.
  • Harga emas menguat ke $1,233 di awal perdagangan sesi Asia hari Senin dengan fokus investor tertuju para beberapa komentar pembuat kebijakan Fed di pekan ini. Para pelaku pasar pada pekan ini menunggu pidato beberapa pejabat Fed, yang termasuk ketuanya Janet Yellen, untuk mereka mencari petunjuk yang lebih banyak terhadap waktu kenaikan suku bunga AS selanjutnya, selain itu fokus lainnya juga tertuju pada data inflasi dari Inggris dan survei aktivitas bisnis di zona Euro di tengah Inggris yang bersiap untuk Brexit. Pekan lalu, harga emas naik pada hari Jumat di tengah ekspektasi laju yang lebih lambat dari kenaikan suku bunga AS daripada yang diharapkan investor yang terus membebani dolar.
  • Dolar masih bergerak lesu di sesi perdagangan Asia hari Senin dengan sentimen masih belum berubah setelah pekan lalu Federal Reserve berikan pedoman suku bunga yang kurang "hawkish" daripada yang diharapkan investor. Sementara itu pasar juga tidak banyak merespon hasil pertemuan G-20 selama akhir pekan yang masih mempertahankan kata-kata yang familiar terhadap kebijakan intrvensi mata uang namun tidak berikan janji untuk hindari proteksionis perdagangan. Hari libur di Jepang membuat perdagangan di sesi Asia bergerak lebih sepi, menyebabkan dolar melemah ke dekat level terendah dua pekan di 112.62. Sementara itu terhadap euro, dolar berada di level 1.0741, setelah sempat meraih level terendah enam pekan di 1.0782 pada hari Jumat.
  • Minat orang Rusia berinvestasi di Amerika Serikat (AS) makin tinggi pasca terpilihnya Presiden AS Donald Trump. Dalam investigasi yang dilakukan Reuters, sejumlah elite Rusia berinvestasi di properti milik Trump. Reuters menemukan setidaknya 63 orang dengan paspor beralamat Rusia telah membeli US$ 98,4 juta properti di tujuh menara mewah milik Trump di Florida Selatan. Para pembeli properti itu dari golongan pengusaha yang memiliki koneksi dengan sejumlah politikus Rusia. Seperti mantan eksekutif perusahaan konstruksi milik pemerintah di Moskow, pendiri bank investasi St Petersburg, konglomerat perbankan, dan pebisnis properti. Properti yang diincar adalah resor di Pantai Sunny Isles yang memiliki tujuh menara dengan merek Trump. Daerah tersebut memiliki 1.200 penghuni yang identitasnya kelahiran Rusia. Kepala Hukum Gedung Putih Alan Garten menegaskan tidak ada kaitannya hubungan bisnis properti Presiden Trump dengan Rusia.
  • Forbes menyusun daftar 25 manajer hedge fund dengan penghasilan tertinggi tahun 2016. Tempat pertama diduduki ahli matematika dan pendiri Renaissance Technologies, James Simons dengan pendapatan US$ 1,5 miliar. Bisnis pengelolaan dana (hedge fund) memang bakal terus berkembang seiring peningkatan kekayaan masyarakat dunia. Para manajer hedge fund andal pun sukses meraup pendapatan hingga miliaran dollar, berkat kelihaian mereka mengelola dana publik. Baru-baru ini, Forbes melansir 25 top manajer hedge fund dunia berpenghasilan tertinggi sepanjang tahun 2016. Dari 25 orang itu, nama James Simons dan Michael Platt berada diurutan pertama dan kedua, dengan masing-masing pendapatan senilai US$ 1,5 miliar, atau setara Rp 20,02 triliun (kurs US$1=Rp 13.350) di tahun 2016. Sekilas mengenai sosok Simons. Dia adalah chairman Renaissance Technologies, perusahaan pengelola dana ia dirikan. Dana kelolaan Renaissance saat ini tak kurang dari US$ 36 miliar. Salah satu dana kelolaan Renaissance yang dibungkus dalam Renaissance Institutional Equities Fund tahun lalu mencetak pertumbuhan kinerja 21,5%, dengan total aset senilai US$ 15 miliar. Berdasarkan catatan Forbes, saat ini total kekayaan Simons mencapai US$ 18 miliar. Dengan kekayaan sebanyak itu, Simons masuk peringkat ke-50 orang paling tajir di planet bumi. Financial Times menjuluki Simons sebagai "the world's smartest billionaire". Simons merupakan pakar matematika, yang menerapkan keilmuannya dalam mengelola investasi. Salah satu wadah investasi yang dikelolanya adalah Medallion Fund. Portofolio Medallion dalam 28 tahun terakhir telah menghasilkan keuntungan sebanyak US$ 55 miliar. Bloomberg mencatat jumlah keuntungan itu lebih tinggi US$ 10 miliar dari pengelolaan dana oleh manajer hedge fund kelas berat lain semisal George Soros. Secara total, penghasilan 25 manajer hedge fund yang dirilis Forbes bernilai US$ 10,9 miliar. Namun jumlah ini masih lebih rendah dari total penghasilan 25 manajer hedge fund tahun 2015 senilai US$ 12 miliar. Hal ini salah satunya karena banyak manajer top kemudian fokus mengurus kekayaan pribadinya sendiri.
  • Pasar keuangan dunia langsung bereaksi setelah Bank Sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve) mengerek suku bunga acuan. Kemarin, Bank Sentral China atau People Bank of China (PBOC) sontak mengekor langkah The Fed. PBOC mengerek dua jenis suku bunga acuan. Pertama, menaikkan suku bunga pinjaman kepada bank tenor 7, 14 dan 28 hari sebesar 10 basis poin (bps) menjadi masing-masing sebesar 2,45%, 2,6% dan 2,75%. Kedua, suku bunga pinjaman lewat skema medium-term lending facility (MLF) naik 10 bps. Tenor MLF 6 bulan naik menjadi 3,05% dan tenor 1 tahun jadi 3,2%. Asal tahu saja, PBOC telah mengerek suku bunga acuan di Januari dan Februari 2017. Kenaikan bunga acuan tersebut merupakan upaya PBOC untuk mencegah arus keluar dana (outflow) dan menstabilkan yuan. PBOC menegaskan, kenaikan suku bunga bukan cerminan pengetatan kebijakan pemerintah. Analis dan investor menilai, langkah PBOC dikarenakan kekhawatiran efek negatif kenaikan bunga The Fed terhadap tumpukan utang yang menggunung. Porsi utang korporasi China yang menumpuk dikhawatirkan membahayakan pasar finansial China. Kenaikan suku bunga The Fed juga diyakini memicu spekulasi berlebihan pada yuan. Gambaran saja, saat ini perbankan China bergantung pada pendanaan jangka pendek dan pinjaman antar bank. "Kenaikan suku bunga The Fed akan memicu outflow dan berdampak buruk pada sistem keuangan China," ujar Ekonom Nomura Yang Zhao, seperti dikutip Reuters, Kamis (16/3) malam. Pasca kenaikan suku bunga, yuan menguat ke level terkuat selama dua bulan terakhir terhadap dollar AS. Yuan bergerak di kisaran 6,9039 pada Jumat (17/3). Tahun lalu, yuan sempat terperosok ke level 6,5 yang terpicu penguatan dollar dan ketidakpastian masa depan ekonomi China. Sejak awal tahun ini, yuan bergerak stabil ketimbang tahun lalu. Ekonom memprediksi, PBoC bakal kembali mengerek naik suku bunga pinjaman tenor 7 hari di tahun ini. ANZ menebak, ada potensi kenaikan sebesar 20 bps hingga akhir tahun sementara Capital Economics memproyeksikan kenaikan sebesar 55 bps. Tren kenaikan suku bunga acuan dinilai bakal merambah ke sejumlah negara lain. Kemarin, Bank Sentral Inggris (BoE) masih menahan suku bunga di level 0,25%. Tapi, untuk pertama kalinya suara komite BoE terpecah. Kendati mayoritas anggota komite memilih untuk menahan suku bunga, sejumlah komite memilih untuk menaikkan suku bunga ke level 0,5%. Survei Bloomberg menunjukkan, 11 dari 41 ekonom memprediksikan Bank Sentral Jepang (BoJ) akan mengerek suku bunga di tahun ini. Selebihnya meyakini BoJ akan memangkas anggaran belanja surat utang sebagai upaya pengetatan moneter.
  • Ekspor domestik non-minyak (non-oil domestic exports / NODX) Singapura pada bulan Februari lalu melejit 21,5% dibanding tahun sebelumnya (yoy). Lonjakan ekspor Singapura yang merupakan yang tertinggi dalam lima tahun terakhir tersebut didorong oleh peningkatan pengiriman elektronik dan petrokimia. Secara bulanan, pada Februari lalu ekspor domestik non-minyak Singapura mengalami kenaikan sebesar 1,4%. Demikian data yang disampaikan International Enterprise Singapore (IE Singapore) dalam sebuah pernyataan. Performa ekspor negeri Merlion ini, baik secara tahunan (yoy) maupun secara bulanan (mom) jauh melebihi perkiraan para analis. Berdasar hasil pooling Reuters terhadap 12 analis, ekspor Singapura diprediksi akan  tumbuh 12,8% dibanding tahun sebelumnya. Sementara pertumbuhan ekspor secara  bulanan diperkirakan sebesar 0,8%.
  • Kelompok negara G-20 berkomitmen untuk memberantas kejahatan cyber kepada sistem perbankan global. Hal itu adalah salah satu upaya besar setelah sebelumnya terdapat kasus rekening bank sentral Bangladesh dibobol US$80 juta pada tahun lalu. Kepala dan pejabat keuangan G-20 yang sedang bertemu di Jerman mengaku tengah proses menyetujui untuk melawan serangan cyber ke sistem perbankan global, terlepas dari asal negara masing-masing. Mereka mengakui akan bekerja sama menembus lintas batas masing-masing untuk menjaga stabilitas keuangan. “Kami akan mempromosikan ketahanan jasa keuangan dari anggota G-20 terhadap dampak serangan kepada sistem perbankan seiring perkembangan teknologi dan sistem informasi, promosi juga akan dilakukan kepada negara-negara di luar G-20,” tulis dalam dokumen itu pada Sabtu (18/3). Kejahatan cyber menjadi prioritas utama setelah terjadi pencurian rumit yang dialami rekening bank sentral Bangladesh di Federal Reserve Bank of New York pada tahun lalu. Pencurian itu disebut bisa terjadi karena kerentanan sistem kala itu. Dalam dunia perbankan, serangan melalui sistem transfer bank secara global memang mengalami peningkatan. Tesco Plc. pun memaparkan beberapa kasus lainnya seperti, hilangnya uang nasabah senilai 2,5 juta poundsterling atau setara US$3 juta dari total 9.000 rekening pada tahun lalu. Selain itu, hacker juga pernah membobol lebih dari 2 miliar rubel atau setara US$34 juta dari rekening koresponden bank sentral Rusia dan bank komersial lainnya.
  • Unilever mempersiapkan diri untuk menjual beberapa merek makanan. Dari aksi tersebut perusahaan ini diperkirakan bisa meraih dana segar 6 miliar setara dengan US$ 7,44 miliar. Unilever berniat menjual divisi margarin bermerek seperti Flora, Bertolli dan Stork. Seorang sumber menyebut, beberapa perusahaan private equity yang ditunjuk telah mulai bekerja menawarkan merek bisnis Unilever. Private equity tersebut diantaranya, Bain Capital, CVC dan Clayton Dubilier and Rice. Sumber itu bilang, Kraft Heinz menjadi calon pembeli potensial. Sayang, Unilever tidak merespon pertanyaan Reuters soal rencana penjualan merek makanan itu. Divisi margarin Unilever ini memiliki pangsa pasar kurang dari sepertiga dari seluruh pasar margarin global. Divisi margarin ini sejak tahun 2014 telah menjadi entitas sendiri. Divisi ini menghasilkan pendapatan sebesar 480 juta atau setara 4% dari total pendapatan yang dihasilkan oleh Unilever. Selain melepas bisnis margarin, Unilever juga berencana membeli kembali saham dan membayar dividen. Unilever meninjau lagi bisnisnya setelah pada bulan lalu, produsen bumbu sup Knorr, sabun Dove dan es krim Ben & Jerry tersebut penawaran menolak akuisisi dari Kraft Heinz. Padahal penawaran akuisisi oleh Kraft mencapai US$ 143 miliar. Unilever justru memilih me-review kembali bisnisnya agar tetap bisa memberi keuntungan bagi pemegang saham. Beberapa strategi yang dilakukan antara lain mengakuisisi perusahaan berskala medium dan memotong biaya secara agresif. Hasil review ini akan diumumkan Unilever dalam beberapa minggu mendatang. Unilever akan menerapkan langkah radikal pada bisnis makanan. Salah satunya dengan merger anak usaha makanan. Misalnya Lipton dan Knorr dilepas dari personal care. Asal tahu saja, lini bisnis makanan menyumbang sekitar 43% dari total pendapatan Unilever. Rencana akuisisi Kraft atas saham Unilever memicu komentar dari Lord Paul Myners, mantan Financial Services Secretary Inggris. Dia mengharapkan pemerintah tegas untuk melindungi perusahaan berharga dari perusahaan asing. Pasalnya, perusahaan seperti Unilever mempekerjakan ribuan orang di Inggris. Karena itu, Meyners berharap harus melindungi para pemegang saham jangka pendek. Kata dia, aturan akuisisi perusahaan di Inggris paling permisif di dunia. "Mereka tidak melakukan apa-apa untuk mencegah perusahaan seperti Kraft Heinz menghasilkan keuntungan sangat cepat. Apakah pemerintah benar melakukan cuci gudang seperti ini baik bagi perekonomian nasional dan masyarakat pada umumnya," ujar dia. Kurs poundsterling yang murah membuat banyak perusahaan Inggris ditawar oleh perusahaan asing pada 2017.

 

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.