Ekonomi Update 15 Maret 2017

  • Indonesia Composite Bond Index (ICBI) Selasa kemarin ditutup menguat +0,1291poin di level 215,8626.
  • Bank Jateng telah meluncurkan program berupa aplikasi pembiayaan pertanian organik, selaras, amanah dan alami (Prosalam) di Magelang, akhir pekan lalu.
  • Dinamika politik yang terjadi di sejumlah negara membuat Indonesia harus mempersiapkan diri menghadapi dampak yang kemungkinan terjadi terhadap ekonomi dalam negeri.
  • Industri perbankan di Tanah Air masih akan mencetak perlambatan kredit di kuartal I 2017 dan hanya naik satu digit.
  • Target pembangunan infrastruktur pemerintah pada 2017 meningkat cukup tinggi dibandingkan 2016.
  • Bank Indonesia (BI) mendorong bank yang belum memenuhi aturan LFR (loan to funding ratio) untuk memperkuat pendanaan.
  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan tenaga pada perdagangan Rabu pagi (15/3).
  • Ekonom memprediksikan Bank Indonesia akan mempertahankan BI 7-Day Repo Rate sebesar 4,75% pada Maret 2017.
  • Kurs dolar AS menguat terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada Selasa (Rabu pagi WIB), karena Federal Reserve memulai pertemuan dua hari kebijakan moneter mereka.
  • Harga minyak dunia memperpanjang penurunannya pada Selasa (Rabu pagi WIB), setelah Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) melaporkan kenaikan persediaan minyak mentah global.
  • Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih rendah pada Selasa (Rabu pagi WIB), satu hari menjelang keputusan Federal Reserve tentang suku bunga.
  • Saham-saham di Wall Street berakhir lebih rendah pada Selasa (Rabu pagi WIB), karena para investor menjadi berhati-hati menjelang keputusan kebijakan Federal Reserve AS pekan ini.
  • Bursa Asia dibuka dengan penurunan tipis pada perdagangan Rabu pagi (15/3).
  • Organisasi negara-negara pengekspor minyak (OPEC) menyebutkan persediaan minyak meningkat meski adanya kesepakatan pemangkasan pasokan.
  • Pemerintah Kuwait mengklaim sukses menggelar debut penjualan obligasi global sebesar US$ 8 miliar.
  • EURUSD beranjak 0,13% lebih tinggi ke 1.0618 pada awal sesi Asia hari Rabu seiring Dollar AS mengurangi laju penguatan menjelang pengumuman kebijakan Federal Reserve.
  • Setelah menguat empat hari berturut-turut, bursa Eropa ditutup melemah pada perdagangan Selasa (14/3/2017) menyusul tekanan dari sektor perbankan dan energi.

EKONOMI DOMESTIK

 

  • Indonesia Composite Bond Index (ICBI) Selasa kemarin ditutup menguat +0,1291poin di level 215,8626. Dua indeks return yang lain masing-masing tercatat menguat yakni: obligasi pemerintah, INDOBeXG-Total Return, naik +0,1217poin ke level 212,9601; dan obligasi korporasi, INDOBeXC-Total Return, naik +0,1814poin ke level 228,0004. Kurva IBPA-IGSYC (IBPA-Indonesia Government Securities Yield Curve) kemarin berpola mixed. Rata-rata yield sepanjang tenor 1-30tahun turun –0,63bps. Kelompok tenor pendek (1-4tahun) memimpin penurunan rata-rata yield sebesar –2,13bps. Sedangkan penurunan terendah dicatatkan tenor panjang (8-30tahun) sebesar –0,32bps. Yield SBN tenor 2-tahun kemarin ditutup di level 6,7421% (-2,65bps); tenor 5-tahun di level 7,2921% (-1,53bps); dan 10-tahun di level 7,6475% (+0,38bps). Dominasi bullish mendorong INDOBeXG-Effective Yield kemarin ditutup turun –0,0096poin di level 7,5475. Harga kelompok SUN benchmark masih tampak bergerak mixed dengan rata-rata harga pada keempat serinya naik +2,06bps. Koreksi harga tampak mewarnai tenor-tenor yang lebih panjang yakni FR0074 (TTM 15,43 tahun) sebesar –19,67bps; dan FR0072 (TTM 19,18 tahun) sebesar –10,42bps. Secara keseluruhan, rata-rata harga SBN tipe FR menguat +2,20bps; dan tipe ORI menguat +2,05bps. INDOBeXG-Clean Price kemarin ditutup di level 112,5384 naik +0,0409poin lebih tinggi dari penutupan di awal pekan. Aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder kemarin tampak lebih semarak dari perdagangan Senin terpicu pelaksanaan lelang. Dari ke-5 seri yang dilelang kemarin, 4 seri diantaranya tercatat sebagai 4 volume transaksi terbesar yakni: SPN12180301 sebesar Rp2,16tn; FR0072 (Rp2,10tn); FR0074 (Rp1,36tn); dan FR0061 (Rp1,33tn). Secara keseluruhann, total frekuensi meningkat +31,43% dari 490 kali menjadi 644 kali; dan total volume meningkat +41,67% dari Rp9,70tn menjadi Rp13,75tn. FR0072 sekaligus tercatat sebagai seri teraktif ditransaksikan kemarin yakni sebanyak 102 kali. Pada penutupan Selasa, pasar obligasi bertahan di zona hijau. Namun senada dengan sesi siangnya, ditengah mayoritas kenaikan harga-harga SBN tipe FR dan ORI, persepsi risiko di pasar terus meningkat. Tercermin dari spread yield tenor 2-tahun dan 10-tahun yang melebar +3,04bps dan CDS Indonesia tenor 5-tahun yang naik +0,84bps. Antisipasi risiko pasar terhadap kenaikan FFR turut tercermin dari perilaku pasar yang cenderung melepas seri-seri SBN bertenor panjang. Kondisi tersebut ditunjukkan dari transaksi perdagangan kemarin. Dari ke-5 seri yang dilelang kemarin, seri-seri bertenor panjang yakni FR0074 dan FR0072 mencatatkan koreksi harga di pasar sekunder yakni masing-masing sebesar –19,67bps dan –10,42bps; sedangkan 3 seri bertenor pendek lainnya ditutup menguat masing-masing sebesar: FR0061 (+2,50bps); dan SPN12180301 (+2,74bps). Wait and see terhadap pelaksanaan rapat FOMC turut berimbas pada pelaksanaan lelang kemarin yang hanya mencatatkan oversubscribed 1,76 kali. Pasar obligasi diperkirakan masih berpotensi menguat terpicu faktor trading. Namun menjelang akhir hari pelaksanaan rapat FOMC diperkirakan akan turut mempengaruhi minat investor untuk bertransaksi.
  • Bank Jateng telah meluncurkan program berupa aplikasi pembiayaan pertanian organik, selaras, amanah dan alami (Prosalam) di Magelang, akhir pekan lalu. Peluncuran program itu ditandai dengan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) dengan PT Tiga Pilar Sejahtera. Serta MoU dengan PT Citra Jaya Lestari tentang pengembangan aplikasi Petani Jateng dan Mitra Jateng. Direktur Utama Bank Jateng, Supriyatno mengatakan, digandengnya pihak ketiga dalam pengembangan aplikasi Petani Jateng tersebut agar mempermudah akses petani dalam mencari permodalan maupun memasarkan produksi pertanian. "Mereka (pihak ketiga--red) itu nanti yang akan membeli hasil panen dari petani. Jadi tidak perlu bingung memasarkan hasil panennya," kata Supriyatno, Selasa (14/3/2017). Pada aplikasi petani jateng tersebut, dilengkapi fungsi marketplace. Sehingga, petani yang sudah terdaftar bisa memasarkan hasil panen melalui aplikasi tersebut. Kemudian hasil panen dibeli oleh pihak ketiga yang sudah bekerjasama. Petani yang dimaksud, lanjut Supriyatno, adalah petani yang menjadi binaan dari Bank Jateng. Diantaranya adalah petani yang mengambil pembiayaan kredit usaha rakyat (KUR) maupun kredit mitra jateng (KMJ) 25. Supriyatno memaparkan, Bank Jateng memproyeksikan ada pertumbuhan penyaluran kredit pada 2017 ini sebesar 41,48 persen dibanding 2016 lalu atau sebesar Rp 10,573 miliar pada 2017 ini kepada pelaku UMKM. "Adapun penyaluran kredit di sektor mikro, proyeksi di 2017 adalah sebesar 1,082 miliar atau tumbuh 47,75 persen dibanding 2016," paparnya. Direktur Operasional dan Unit Usaha Syariah Bank Jateng, Hanawijaya menjelaskan, aplikasi Prosalam adalah perluasan atau pengembangan dari aplikasi Petani Jateng yang sudah dilaunching oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, beberapa waktu lalu. Dimana perluasan yang dimaksud, petani di Jawa Tengah kini bisa memanfaatkan fasilitas pembiayaan atau kredit dari Bank Jateng berbasis syariah. "Kita perluas dengan permohonan pembiayaan berbasis syariah. Petani cukup menggunakan android untuk menginput permohonan pembiayaan yang diinginkan," jelas Hanawijaya. Dengan aplikasi Prosalam ini, diharapkan semakin mempermudah akses bagi para petani. Baik itu untuk permohonan pembiayaan maupun untuk pemasaran produksi pertanian.
  • Dinamika politik yang terjadi di sejumlah negara membuat Indonesia harus mempersiapkan diri menghadapi dampak yang kemungkinan terjadi terhadap ekonomi dalam negeri. Terlebih lagi, hal tersebut terjadi pada negara-negara mitra dagang Indonesia. Salah satunya, ketidakpastian politik setelah Presiden Korea Selatan, Park Geun-hye di-impeachment karena dianggap mendukung aktivitas kriminal orang kepercayaannya. Mahkamah Konstitusi telah menyetujui langkah parlemen untuk mendakwa Park. Presiden Park segera meninggalkan kantornya dan pemilu akan diselenggarakan dalam kurun waktu 60 hari ke depan. Keputusan tersebut dinilai berdampak lebih lanjut ke kemungkinan risiko ekonomi Negeri Ginseng tersebut. Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, kondisi geopolitik di Korea Selatan merupakan salah satu kondisi yang patut diwaspadai. Sebab, Korea Selatan juga merupakan mitra dagang Indonesia. Namun demikian, menurut Agus, di sisi lain pihaknya melihat adanya kematangan politik di dua negara besar Asia Timur lainnya, yaitu Jepang dan China. Dinamika politik yang terjadi di dua negara yang juga merupakan mitra dagang utama Indonesia itu, tidak mempengaruhi kegiatan ekonominya masing-masing. "Jadi kita harapkan hal ini tidak berpengaruh ke Indonesia dan mitra dagang," kata Agus di Kantor Kementerian Keuangan (Kemkeu), Senin (13/3). Di sisi lain, Agus mengatakan, kondisi geopolitik di Eropa juga menjadi kondisi lainnya yang perlu diwaspadai. Beberapa negara Eropa, seperti Jerman, Perancis, dan Italia akan menghadapi pemilihan presiden dalam waktu dekat dan adanya pemikiran untuk keluar dari Uni Eropa atau pemikiran untuk memproteksi perdagangannya. "Sehingga volume perdagangan dunia menjadi akan terganggu," tambahnya. Di sisi lain, BI juga mewaspadai pertumbuhan ekonomi China tahun ini yang diperkirakan hanya mencapai 6,5%, melambat dibanding tahun lalu yang sebesar 6,7%. BI juga mewaspadai melemahnya harga minyak mentah internasional menjadi di bawah US$ 50 per barel akibat bertambahnya pasokan di Amerika Serikat (AS).
  • Industri perbankan di Tanah Air masih akan mencetak perlambatan kredit di kuartal I 2017 dan hanya naik satu digit. Pertumbuhan kredit baru akan menyentuh level dua digit, pada kuartal II mendatang. Prediksi itu disampaikan Nelson Tampubolon, Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bidang Perbankan, mengacu pada perolehan pertumbuhan kredit per Januari 2017 sebesar 8,20% menjadi Rp 4.338,1 triliun, dibandingkan periode sama tahun 2016 senilai Rp 4.009,3 triliun. Kami melihat pertumbuhan kredit masih berkisar 9% di kuartal pertama 2017, terang Nelson, Senin (13/3). Segmen kredit konsumer dan kredit usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) masih cukup bersinar di kuartal I ini. Semisal kredit UMKM yang tumbuh positif didorong upaya perbankan memenuhi porsi penyaluran kredit ini sebesar 15% di tahun 2017, dari total kredit. Data menunjukkan, kredit UMKM Januari 2017 tumbuh 8,5% menjadi Rp 780,2 triliun. Sedangkan, kredit konsumer meningkat 9,17% menjadi Rp 1.250,7 triliun. Nelson memperkirakan pada kuartal II nanti, pertumbuhan kredit perbankan bisa mencapai 10%. Kami masih memperkirakan pertumbuhan kredit berkisar 12% di tahun ini, imbuh Nelson. Pertumbuhan kredit yang meningkat sudah tentu akan mengikis rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL). OJK memperkirakan rasio NPL perbankan akan berada di level 2,7%, atau di bawah 3% hingga akhir tahun nanti, dari posisi 3,1% di awal tahun. Wakil Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Suprajarto berpendapat, lambatnya laju pertumbuhan kredit di kuartal I disebabkan permintaan baru akan marak mulai kuartal II. Bank berlogo 46 tersebut memperkirakan kredit akan di bawah 15% di kuartal I 2017. Segmen kredit yang masih ada permintaan di kuartal pertama ini adalah kredit korporasi pada sektor infrastruktur, dan kredit konsumer seperti kartu kredit dan kredit tanpa agunan (KTA). Di tahun Ayam Api ini, BNI menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 15% hingga 17%.
  • Target pembangunan infrastruktur pemerintah pada 2017 meningkat cukup tinggi dibandingkan 2016. Itu membuat pemerintah harus menyiapkan pendanaan dari non APBN. Dody Arifianto, Ekonom Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengatakan, salah satu lembaga yang mempunyai peran setral dalam suksesnya pendanaan infrastrutur 2017 adalah perbankan. Namun sampai saat ini kemampuan perbankan Indonesia untuk mendanai infrastruktur masih belum terlalu optimal. Ada beberapa hal menyebabkan hal ini. Pertama, bank di Indonesia rata-rata mempunyai masalah mengenai pendanaan. Hal ini karena mayoritas dana simpanan bank (DPK) yaitu sebesar 70% sampai 80% berasal dari dana murah dengan tenor pendek. Padahal rata rata tenor untuk kredit infrastruktur mayoritas lebih dari 10 tahun. Untuk mensiasati hal ini, bank harus lebih memperdalam pasar keuangan dengan masuk di surat berharga dan obligasi. Namun masuknya beberapa bank di pasar surat hutang untuk menambal pendanaan ini juga tanpa minus. Hal ini karena pasar sekunder surat utang di Indonesia masih belum berkembang. Ini menyebabkan investor hanya mengharapkan bunga tinggi dari obligasi yang diterbitkan ini, jarang yang memegang obligasi ini sampai jatuh tempo. Untuk menyelesaikan hal ini diperlukan inisiatif dan terobosan aturan dari otoritas seperti OJK dan Bursa Efek Indonesia. Saat ini bisa dibilang, pendanaan infrastruktur mayoritas selain dari dana murah giro dan tabungan juga berasal dari deposito. Padahal jika dilihat, pasar deposito juga mayoritas 60% sampai 70% ditempatkan di tenor sangat pendek yaitu 1 bulan sampai 3 bulan. Oleh karena itu regulator harus memberikan insentif bagi bank untuk menjual negotiable certificate of deposit (NCD) dan term deposit atau surat utang deposito dengan tenor yang bervariasi. Dengan adanya beberapa opsi surat utang ini investor bisa ikut berpartisipasi terhadap pembangunan. Opsi selanjutnya untuk meningkatkan peran bank dalam pembangunan infrastruktur adalah dengan mengintensifkan kredit sindikasi. Kredit sindikasi ini bertujuan agar bank bisa bekerja sama untuk menyalurkan kredit dalam jumlah besar agar tidak terpentok di BMPK (batas maksimal pemberian kredit). Terakhir, bank bisa menggunakan opsi hedging. Opsi hedging ini bisa dioptimalkan karena rata-rata kredit ke infrastruktur ini memiliki risiko tinggi. Risiko ini karena bank harus membiayai suatu proyek dengan bunga yang berlaku saat ini. Padahal proyek tersebut rata-rata mempunyai tenor yang sangat panjang bisa sampai 15 tahun. Oleh karena itu untuk meminimalisasi risiko, perbankan diharapkan bsia meningkatkan pasar hedging untuk mengurangi risiko.
  • Bank Indonesia (BI) mendorong bank yang belum memenuhi aturan LFR (loan to funding ratio) untuk memperkuat pendanaan. Seperti diketahui pada akhir 2016 lalu ada beberapa bank yang rasio LFR-nya tidak sesuai dengan ketentuan BI. Mirza Adityaswara, Deputi Gubernur Senior BI mengatakan, bagi bank yang mempunyai LFR di atas 92% maka bank harus menjaga permodalan di angka 14%. “Bagi bank yang masih belum memenuhi aturan LFR bisa memperkuat pendanaan,” ujar Mirza, Selasa (14/3). Pendanaan ini bisa didapat dari dana masyarakat baik giro maupun tabungan atau penerbitan surat berharga. Ada tiga bank besar yang masih belum memenuhi aturan LFR BI. Pertama adalah BCA yang mempunyai LFR sebesar 77,12% per akhir 2016. Rasio ini di bawah batas bawah ketentuan LFR BI sebesar 80%. Sedangkan CIMB dan BTN tercatat mempunyai LFR di atas ketentuan BI yaitu 92%. Tercatat CIMB dan BTN per akhir 2016 mempunyai LFR sebesar masing masing 95,37% dan 102,66%. Namun tercatat CAR (rasio permodalan) CIMB dan BTN sampai 2016 sebesar masing-masing 17,96% dan 20,34%. Iman Nugroho Soeko, Direktur Keuangan dan Treasury BTN mengatakan, pada 2017 bank berkode BBTN ini akan menjaga CAR di atas 14%. “Hal ini karena LDR kami di atas 92%, maka sesuai aturan kami harus menjaga CAR di atas 14%,” ujar Iman. Untuk menjaga LFR, Iman mengaku akan menjaga funding dari dana wholesale. Beberapa dana wholesale yang menjadi andalan BTN pada 2017 di antaranya adalan obligasi, NCD, sekuritisasi dan pinjaman bilateral.
  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan tenaga pada perdagangan Rabu pagi (15/3). Indeks tercatat menguat 8,2 poin atau 0,17% menjadi 5.440,74 pada pukul 9:07 WIB. Delapan dari sepuluh sektor menguat. Sektor finansial memimpin penguatan sebesar 0,47%, diikuti pertambangan 0,25%. Dua sektor yang melemah antara lain perdagangan dan infrasturktur, masing-masing turun 0,19% dan 0,24%. Sebanyak 92 saham menguat, berbanding 54 yang turun. Pagi ini, masih 112 saham tak bergerak. Pergerakan IHSG yang positif berkebalikan dengan bursa di Asia yang memerah. Indeks Topix dan Nikkei 225 di Jepang keduanya merosot 0,4%. Indeks Hang Seng di Hong Kong turun 0,46%. Indeks Shanghai juga terkoreksi 0,1%. Indeks Kospi di Korea Selatan melandai 0,21%, sedangkan S&P/ASX 200 di Australia merosot 0,52%. Pasar tengah menantikan pengumuman bunga AS oleh bank sentral Federal Reserve pada Rabu waktu setempat ata nanti malam. Mayoritas pasar memperkirakan The Fed akan menaikkan bunga.
  • Ekonom memprediksikan Bank Indonesia akan mempertahankan BI 7-Day Repo Rate sebesar 4,75% pada Maret 2017. Seperti diketahui Bank Indonesia menggelar rapat dewan gubernur pada 15-16 Maret 2017. BI akan akan mengumumkan hasil RGD pada Kamis (16/3/2017). Dari 17 Ekonom yang disurvei Bloomberg, seluruhnya kompak memperkirakan BI 7-Day Repo Rate, s akan tetap bertahan pada level 4,75% pada Maret.

 

EKONOMI GLOBAL

 

  • Kurs dolar AS menguat terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada Selasa (Rabu pagi WIB), karena Federal Reserve memulai pertemuan dua hari kebijakan moneter mereka. Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) memulai pertemuan kebijakan moneter dua hari pada Selasa (14/3) dan secara luas diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuannya. Ekspektasi pasar untuk kenaikan suku bunga pada Maret mencapai sekitar 95,2 persen, menurut alat FedWatch CME Group. Di sisi ekonomi, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Selasa (14/3), Indeks Harga Produsen untuk permintaan akhir meningkat 0,3 persen pada Februari, disesuaikan secara musiman. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,35 persen menjadi 101,660 pada akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan New York, euro jatuh menjadi 1,0620 dolar AS dari 1,0658 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,2164 dolar AS dari 1,2235 dolar AS di sesi sebelumnya. Dolar Australia turun tipis ke 0,7568 dolar AS dari 0,7578 dolar AS. Dolar AS dibeli 114,66 yen Jepang, lebih rendah dari 114,80 yen dari sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 1,0092 franc Swiss dari 1,0074 franc Swiss, dan naik ke 1,3485 dolar Kanada dari 1,3449 dolar Kanada.
  • Harga minyak dunia memperpanjang penurunannya pada Selasa (Rabu pagi WIB), setelah Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) melaporkan kenaikan persediaan minyak mentah global. Dalam laporan bulanan yang dirilis pada Selasa (14/3), OPEC mengatakan bahwa stok minyak di negara-negara industri naik pada Januari menjadi berdiri di 278 juta barel, di atas rata-rata lima tahun, karena pasokan minyak serpih (oil shale) AS dan pasokan non-OPEC lainnya meningkat. Para analis mengatakan data pasokan yang meningkat menimbulkan kekhawatiran pasar atas melimpahnya pasokan global, yang membebani harga minyak. Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April, turun 0,68 dolar AS menjadi menetap di 47,72 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara itu, patokan global, minyak mentah Brent untuk pengiriman Mei, kehilangan 0,45 dolar AS menjadi ditutup pada 50,90 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.
  • Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih rendah pada Selasa (Rabu pagi WIB), satu hari menjelang keputusan Federal Reserve tentang suku bunga. Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman April turun 0,5 dolar AS, atau 0,04 persen, menjadi menetap di 1.202,60 dolar AS per ounce. Para pedagang hampir seluruhnya fokus pada pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang dimulai pada Selasa (14/3). Para analis percaya The Fed akan menaikkan suku bunga dari 0,75 ke 1,00 selama pertemuan kebijakan dua hari. Menurut alat Fedwatch CME Group, probabilitas tersirat saat ini untuk menaikkan suku bunga dari 0,50 ke setidaknya 0,75 adalah 93 persen pada pertemuan Maret, dan 88 persen untuk pertemuan Mei, bersama dengan peluang 6,0 persen peningkatan ke suku bunga 1,0. Sebuah laporan yang dirilis oleh Departemen Tenaga Kerja AS pada Selasa (14/3) memberikan tekanan terhadap logam mulia, karena PPI-FD (Producer Price Index Final Demand) meningkat sebesar 0,3 persen, angka yang lebih tinggi dari perkiraan, bersama dengan harga produsen tahun-ke-tahun meningkat 2,2 persen yang sedikit di atas tingkat inflasi target Fed 2,0 persen. Para analis mencatat bahwa Federal Reserve AS kemungkinan memantau ukuran ini ketika mereka mempertimbangkan tentang suku bunga. Emas diletakkan di bawah tekanan lebih lanjut karena indeks dolar AS naik 0,2 persen menjadi 101,57 pada pukul 17.50 GMT. Ketika dolar AS naik, emas berjangka akan jatuh. Namun, penurunan logam mulia itu dibatasi karena Dow Jones Industrial Average turun 50 poin atau 0,25 persen pada pukul 17.50 GMT. Analis menyebutkan, ketika ekuitas membukukan kerugian maka logam mulia biasanya naik, karena investor mencari tempat yang aman. Pedagang sedang menunggu FOMC mengumumkan keputusannya tentang tingkat suku bunga pada Rabu. Perak untuk pengiriman Mei turun 4,9 sen, atau 0,29 persen, menjadi ditutup pada 16,923 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April turun 2,3 dolar AS, atau 0,24 persen, menjadi ditutup pada 938,90 dolar AS per ounc
  • Saham-saham di Wall Street berakhir lebih rendah pada Selasa (Rabu pagi WIB), karena para investor menjadi berhati-hati menjelang keputusan kebijakan Federal Reserve AS pekan ini. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 44,11 poin atau 0,21 persen menjadi ditutup pada 20.837,37 poin. Sementara itu, indeks S&P 500 kehilangan 8,02 poin atau 0,34 persen menjadi berakhir di 2.365,45 poin, dan indeks komposit Nasdaq berkurang 18,97 poin atau 0,32 persen menjadi 5.856,82 poin. Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) memulai pertemuan dua hari kebijakan moneter pada Selasa (14/3) dan akan berakhir pada Rabu (15/3) waktu setempat, yang secara luas diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuannya. Ekspektasi pasar untuk kenaikan suku bunga pada bulan ini mencapai sekitar 93 persen, menurut alat FedWatch CME Group. Sementara itu, harga minyak terus menurun pada Selasa (14/3), setelah kenaikan jumlah rig pengeboran minyak AS yang beroperasi memicu kekhawatiran pasar tentang berlimpahnya pasokan minyak global. Saham-saham energi jatuh, dengan Exxon Mobile merosot 0,53 persen dan Chevron menurun 1,82 persen. Sektor energi merupakan sektor S&P 500 berkinerja terburuk. Di sisi ekonomi, Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan pada Selasa (14/3), Indeks Harga Produsen untuk permintaan akhir meningkat 0,3 persen pada Februari, disesuaikan secara musiman. Harga permintaan akhir naik 0,6 persen pada Januari dan 0,2 persen pada Desember 2016. Indeks Volatilitas CBOE, sering disebut sebagai pengukur tingkat ketakutan Wall Street, meningkat 8,37 persen menjadi berakhir di 12,30 pada Selasa (14/3).
  • Bursa Asia dibuka dengan penurunan tipis pada perdagangan Rabu pagi (15/3). Investor enggan berbelanja saham menjelang beberapa pengumuman penting hari ini, seperti pergerakan bunga AS oleh bank sentral Federal Reserve, rapat bank sentral Inggris, bank sentral Jepang, dan pemilu Belanda. MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,1% setelah dua hari kemarin berturut-turut mencetak kenaikan. Indeks Nikkei 225 di Jepang dibuka turun 0,52%, sedangkan Topix lebih rendah 0,41%. Indeks Kospi di Korea Selatan dan di ASX 200 di Australia juga melandai. Analis memperkirakan, pasar akan sedikit bingung dengan berbagai pertemuan bank sentral yang berbarengan. Namun, akan ada data yang lebih menjadi penentu ketimbang yang lain. "Data lokal hari ini tampaknya belum akan meggerakkan pasar," tulis riset ANZ strategist. Bursa Asia berhasil menjejakkan kaki di zona positif awal pekan ini, berkat data positif ekonomi China dan India. Pagi ini, harga minyak mentah dunia mengalami rebound, dengan kenaikan 1,5% ke US$ 48,45 per barel. Sementara Indeks Dollar AS masih menunjukkan penguatan 0,3%.
  • Organisasi negara-negara pengekspor minyak (OPEC) menyebutkan persediaan minyak meningkat meski adanya kesepakatan pemangkasan pasokan. Ditambah naiknya perkiraan produksi non-OPEC pada 2017. Kondisi ini menujukan tekanan dalam upaya mengatasi kekenyangan pasokan dan mendukung harga minyak kembali pulih. Dalam laporan bulanan, Selasa (14/3), OPEC juga mengatakan produsen terbesar Arab Saudi menggenjot produksinya 263.000 barel per hari menjadi 10 juta barel per hari (bph) pada Februari. Padahal, Januari Arab Saudi memangkas produksi lebih besar dari kesepakatan OPEC sebelumnya. Terhitung 1 Januari, OPEC membatasi produksi sekitar 1,2 juta bph yang merupakan penurunan pertama dalam delapan tahun terakhir.  Sedangkan, Rusia dan 10 produsen non-OPEC sepakat untuk memotong setengahnya. OPEC mengatakan dalam stok minyak di negara-negara industri naik pada bulan Januari untuk berdiri 278 juta barel di atas rata-rata lima tahun, di mana surplus mentah 209 juta barel dan produk olahan lainnya. "Meskipun penyesuaian pasokan, saham terus meningkat, tidak hanya di AS, tetapi juga di Eropa," kata OPEC. Harga minyak jatuh setelah rilis laporan untuk perdagangan mendekati level US$ 50 per barel, terendah sejak November. Minyak mentah masih naik dari sekitar US$ 40 per barel tahun lalu dan rendah 12 tahun dekat US$ 27 dicapai dalam Januari 2016. Dalam laporan tersebut, OPEC menunjuk peningkatan kepatuhan anggotanya 'dengan kesepakatan, menurut angka dari sumber-sumber sekunder yang menggunakan OPEC untuk memantau output. Pasokan dari 11 anggota OPEC dengan target produksi di bawah kesepakatan itu - semua kecuali Libya dan Nigeria - jatuh ke 29.681.000 barel per hari bulan lalu, menurut angka-angka ini.
  • Pemerintah Kuwait mengklaim sukses menggelar debut penjualan obligasi global sebesar US$ 8 miliar. Dana segar ini akan membantu Kuwait memangkas defisit akibat pelemahan harga minyak berkepanjangan. Kuwait menawarkan surat utang US$ 3,5 miliar bertenor limat tahun 75 basis poin di atas obligasi Amerika Serikat bertenor serupa. Sedangkan selisih obligasi US$ 4,5 miliar bertenor sepuluh tahun dipatok 100 basis poin. "Kami mendapat permintaan kuat dari AS, MENA (Timteng dan Afrika Utara), dan Eropa," kata Wakil Perdana Menteri, Anas al-Saleh, pada Bloomberg. Dari tawaran US$ 8 miliar, permintaan yang masuk mencapai US$ 29 miliar. Kuwait tak sendiri di antara negara produsen minyak yang mulai menjajakan surat utangnya ke pasar internasional. Tahun lalu, Arab Saudi menjual US$ 17,5 miliar dan Qatar sebesar US$ 9 miliar. Sedangkan Oman, negara Arab penghasil minyak terbesar di luar OPEC menawarkan obligasi US$ 5 miliar. Surat utang Kuwait, produsen minyak kelima terbesar di OPEC, disematkan rating AA dari S&P Global Rating, peringkat investasi tertinggi ketiga dari atas. Kuwait akan menggunakan dana segar ini untuk menambal defisit yang ditargetkan sebesar 7,9 miliar dinar (US$ 25,9 miliar) di tahun ini. Tahun lalu, defisit anggaran negara ini mencapai US$ 9,7 miliar dinar. "Kami melihat transaksi ini sukses dari berbagai parameter, termasuk harga, volume dan partisipasi investor," kata Al-Saleh.
  • EURUSD beranjak 0,13% lebih tinggi ke 1.0618 pada awal sesi Asia hari Rabu seiring Dollar AS mengurangi laju penguatan menjelang pengumuman kebijakan Federal Reserve. Namun kenaikan pasangan mata uang ini relatif masih terbatas, dengan kekhawatiran atas pemilu di Belanda terlihat mengimbangi harapan pemangkasan stimulus oleh ECB. Belanda dijadwalkan untuk menggelar pemilu pada hari ini, yang dipandang sebagai ujian terhadap sentimen anti-imigran. Yang telah memicu keretakan hubungan diplomatik dengan Turki. Seperti diketahui sebelumnya, EURUSD sempat menyentuh level tertinggi sebulan pada awal pekan ini setelah sebuah laporan menyebutkan jika beberapa pembuat kebijakan ECB mulai membicarakan tentang potensi kenaikan suku bunga sebelum program stimulus berakhir.
  • Setelah menguat empat hari berturut-turut, bursa Eropa ditutup melemah pada perdagangan Selasa (14/3/2017) menyusul tekanan dari sektor perbankan dan energi. Indeks Stoxx Europe 600 ditutup melemah 0,3% atau 1,18 poin ke level 373,46 setelah bergerak pada kisaran 372,59 – 374,33. Sementara itu, saham FTSE 100 Inggris ditutup melemah 0,1% di tengah ketidakpastian politik saat Inggris bersiap menegosiasikan kepergiannya dari Uni Eropa. Saham Bank of Ireland dan Banco BPM serta BPER Banca dari Italia menjadi penekan utama sektor perbankan dengan pelemahan sebesar 2,6% hingga 3,3%. Sementara itu, prospek referendum kemerdekaan Skotlandia menyebabkan penurunan saham Royal Bank of Scotland dan Lloyds masing-masing sebesar 2,5% dan 1% . Investor saat ini sebagian besar berfokus pada pada pemilihan parlemen di Belanda pada Rabu serta keputusan suku bunga AS dalam FOMC Meeting. "Investor dapat menghindari beberapa risiko yang ada menjelang beberapa peristiwa yang berpotensi menimbulkan fluktuasi," ujar Dafydd Davies dari Charles Hanover Investment.

 

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.