Ekonomi Update 14 Maret 2017

    • Indonesia Composite Bond Index (ICBI) kemarin ditutup di level 215,7335 atau naik +0,1031poin dari penutupan Jumat.
    • Kementerian Keuangan dan Otoritas Jasa Keuangan meluncurkan sistem izin pembukaan rahasia nasabah penyimpan untuk tujuan perpajakan melalui Aplikasi Usulan Buka Rahasia Bank (Akasia) dan Aplikasi Buka Rahasia Bank (Akrab).
    • Bank Indonesia tengah mengembangkan model bisnis remitansi secara nontunai untuk memfasilitasi tenaga kerja Indonesia (TKI) yang ingin mengirimkan uangnya ke Tanah Air.
    • Perbankan Indonesia masih akan mencatat perlambatan kredit di kuartal I-2017 ini.
    • Panitia Seleksi Pemilihan Calon Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK-OJK) Periode 2017-2022 meyakini para calon terpilih telah memiliki integritas maupun profesionalisme untuk menjaga industri jasa keuangan dalam lima tahun mendatang.
    • Dollar Amerika Serikat membalikkan kekuatan atas rupiah pada perdagangan Selasa pagi (14/3).
    • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka dengan penguatan pada Selasa pagi (14/3).
    • Saham-saham di Wall Street berakhir bervariasi pada Senin (Selasa pagi WIB), karena para pelaku pasar menanti kemungkinan kenaikan suku bunga dari Federal Reserve AS pada Rabu (15/3).
    • Harga minyak dunia berakhir lebih rendah pada Senin (Selasa pagi WIB), setelah kenaikan jumlah rig pengeboran minyak AS yang beroperasi memicu kekhawatiran pasar atas kelebihan pasokan minyak global.
    • Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih tinggi pada Senin (Selasa pagi WIB), karena investor berhati-hati memantau pemilu di Belanda untuk kemungkinan hasil anti-Euro.
    • Bursa Asia bergerak bervariasi (mixed) di perdagangan Selasa pagi (14/3).
    • Pasar bisa menarik napas lega melihat rapor awal tahun China yang lumayan bagus.
    • Perdana Menteri Inggris Theresa May berhasil menggalang kekuatan dari parlemen untuk memulai negosiasi proses keluar dari Uni Eropa (Brexit).
    • Pasca pengumuman target ekonomi China tahun ini yang melambat, investor asing ramai-ramai keluar dari pasar uang China.
    • Bursa saham Eropa ditutup menguat pada perdagangan Senin (13/3/2017), didorong oleh penguatan komoditas, sementara investor akan fokus pada isyarat kebijakan moneter dari bank sentral di seluruh dunia.
    • Lagu lama kembali diputar. Rumor merger dan akuisisi antara dua raksasa minyak kembali berhembus.

    EKONOMI DOMESTIK

     

    • Indonesia Composite Bond Index (ICBI) kemarin ditutup di level 215,7335 atau naik +0,1031poin dari penutupan Jumat. Penguatan tersebut ditopang oleh kinerja obligasi pemerintah, INDOBeXG-Total Return, yang naik sebesar +0,1050poin ke level 212,8384. Dan kinerja obligasi korporasi, INDOBeXC-Total Return, yang naik sebesar +0,0827poin ke level 227,8190. Kurva IBPA-IGSYC (IBPA-Indonesia Government Securities Yield Curve) bergerak mixed dengan rata-rata yield pada sepanjang tenor (1-30tahun) naik +0,18bps. Hanya yield kelompok tenor panjang (8-30tahun) yang turun sebesar –0,18bps. Sementara itu yield kelompok tenor pendek (1-4tahun) naik +2,37bps dan tenor menengah (5-7tahun) tidak mengalami perubahan yield (+0,00bps). Dengan demikian, INDOBeXG-Effective Yield kemarin ditutup tertekan naik tipis sebesar +0,0057poin di level 7,5570. Dominasi penguatan harga mewarnai pergerakan kelompok SUN benchmark. Rata-rata harga SUN benchmark kemarin sanggup ditutup menguat +8,99bps dimana hanya harga seri FR0074 yang terkoreksi –20,91bps sedangkan sisanya kompak menguat. Namun, rata-rata harga pada seluruh seri SBN tipe FR dan ORI kemarin terkoreksi sebesar –4,88bps sehingga kondisi tersebut turut memicu pelemahan pada INDOBeXG-Clean Price sebesar –0,0184poin di level 112,4975. Aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder kemarin tercatat meningkat. Total frekuensi naik +2,51% dari 478 kali menjadi 490 kali, dan total volume meningkat +34,13% dari Rp7,23tn menjadi Rp9,70tn. Untuk transaksi benchmark, total frekuensi tercatat turun –26,25% dari 160 kali menjadi 118 kali, namun total volume meningkat +59,98% dari Rp1,91tn menjadi Rp3,06tn. Seri SBN teraktif ditransaksikan kemarin dicatatkan ORI013 yakni sebanyak 56 kali (total volume Rp833miliar). Sedangkan total volume transaksi terbesar dicatatkan FR0059 yakni sebesar Rp1,41tn (48 kali transaksi). Pergerakan pasar obligasi domestik pada sesi penutupan kemarin cenderung berbeda pada sesi siangnya dimana ketiga indeks total return sanggup menguat dan kinerja harga SUN benchmark juga didominasi penguatan setelah sempat tertekan. Kondisi tersebut diperkirakan lebih dipengaruhi oleh faktor trading ditengah masih minimnya sentimen dari domestik dan ditengah bayang-bayang kenaikan Fed Funds Rate pada rapat FOMC Meeting yang berlangsung 14-15 Maret ini. Hingga menjelang rilis FOMC Meetings pada Kamis waktu Indonesia, diperkirakan pergerakan pasar cenderung sideways dan wait and see. Sejalan dengan penguatan pasar, kinerja Rupiah juga ditutup menguat sebesar 20,00poin ke level Rp13.356/US$ (Bloomberg) dan ekspektasi risiko di pasar domestik tampak menurun yang tercermin dari menyempitnya spread yield tenor 2 dan 10-tahun sebesar –2,43bps serta turunnya Credit Defaullt Swap (CDS) Indonesia tenor 5-tahun sebesar –3,19bps. Pada perdagangan hari ini pasar diperkirakan melakukan sikap antisipatif serta wait and see menjelang pelaksanaan FOMC Meetings. Ditengah belum adanya sentimen domestik, pelaku pasar juga masih diwarnai sentimen dari AS seperti tingkat inflasi yang akan dirilis besok waktu AS yang diprediksi stagnan di level 0,00% secara bulanan.
    • Kementerian Keuangan dan Otoritas Jasa Keuangan meluncurkan sistem izin pembukaan rahasia nasabah penyimpan untuk tujuan perpajakan melalui Aplikasi Usulan Buka Rahasia Bank (Akasia) dan Aplikasi Buka Rahasia Bank (Akrab). Menteri Keuangan Sri Mulyani di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Senin, mengatakan sistem tersebut dapat mempersingkat proses pembukaan data rekening nasabah terutama yang menyangkut informasi perpajakan dalam rangka penyelidikan. "Untuk pembukaan data rekening nasabah dalam rangka penyelidikan dibutuhkan rata-rata 239 hari per permohonan dan melalui 20 pejabat untuk menandatangani," kata dia. Melalui aplikasi Akrab dan Akasia yang saling terhubung dalam satu sistem, waktu pemrosesan surat perintah tertulis pembukaan rahasia bank untuk keperluan penyelidikan perpajakan dipersingkat dari semula lebih dari enam bulan menjadi dua minggu. Menkeu berharap proses pengajuan selama dua minggu masih dapat diperpendek lagi agar mampu menyaingi kecepatan perpindahan akun nasabah perbankan. Selain manfaat efisiensi waktu, aplikasi ini memiliki kelebihan fitur seleksi secara otomatis terhadap permintaan yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan untuk mempercepat proses, dan sistem mengelompokkan permintaan berdasarkan bank. Fitur tersebut mengurangi jumlah surat perintah yang ditandatangani, mempermudah penelusuran surat, dan menyediakan statistik data bank penerima perintah pembukaan rahasia bank. Namun demikian proses penerbitan surat perintah pembukaan rahasia bank tetap mengikuti prosedur dan memenuhi persyaratan yang berlaku sesuai UU Perbankan dan peraturan pelaksanaannya. Dengan adanya nota kesepahaman ini, Ditjen Pajak berharap koordinasi dan kerja sama kedua instansi akan semakin optimal untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelaksanaan tugas masing-masing pihak. Bagi Ditjen Pajak, kerja sama yang semakin erat dengan OJK akan memungkinkan pemeriksaan, pemeriksaan bukti permulaan, penyidikan, dan penagihan pajak yang lebih efektif. "Penerapan ini akan mampu mengoptimalkan penerimaan pajak untuk mendukung program-program pembangunan nasional," kata Sri. Aplikasi Akasia-Akrab juga merupakan wujud kongkret Indonesia menyambut era keterbukaan informasi dalam pertukaran informasi secara otomatis (automatic exchange of information/AEOI).
    • Bank Indonesia tengah mengembangkan model bisnis remitansi secara nontunai untuk memfasilitasi tenaga kerja Indonesia (TKI) yang ingin mengirimkan uangnya ke Tanah Air. Direktur Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran BI Pungky P. Wibowo mengatakan saat ini pihaknya sedang melakukan uji coba dengan sejumlah bank dan perusahaan telekomunikasi untuk memproses remitansi tanpa menggunakan uang tunai. Dalam proses uji coba, BI meminta bank-bank yang terlibat untuk memproses transaksi remitansi dari sejumlah negara basis TKI seperti Singapura, Malaysia, Hong Kong, dan Jeddah, ke beberapa wilayah di Indonesia yang menjadi kantong-kantong wilayah asal TKI. “Beberapa bank diajak melakukan itu sambil diajak mengidentifikasi tantangan dan peluangnya. Tujuannya agar TKI lebih nyaman, mudah, dan murah dalam bertransaksi,” ujarnya, Senin (13/3). Pungky menambahkan pengembangan remitansi secara nontunai dilakukan melalui lima cara, yakni melalui pemanfaatan telpon seluler (mobilephone to mobilephone), melalui agen perbankan dengan memanfaatkan layanan keuangan di negara tempat pengirim kepada agen perbankan penyedia layanan keuangan digital maupun agen bank Lakupandai. Selanjutnya, modal bisnis pengembangan remitansi nontunai adalah melalui pengunaan ATM di negara pengirim, host to host antarbank melalui transfer uang dalam satu grup bank yang sama antara bank di negara pengirim dan negara penerima, serta pengiriman dari kantor pos di negara pengirim ke kantor pos di negara penerima. Selama proses uji coba, BI mendorong perbankan dan perusahaan telekomunikasi yang terlibat untuk menjajal beragam strategi untuk merealisasikan biaya remitansi yang lebih murah. “Pada intinya adalah peningkatan perluasan akses keuangan bagi TKI dan keluarganya, agar kiriman uang berakhir di rekening,” ujarnya. Guna mempermudah proses pengiriman uang dari negara pengirim, BI mengupayakan perluasan cash in point, melalui kerja sama dengan Money Transfer Operator (MTO) di negara pengirim. Di sisi lain, BI sebagai otoritas di bidang sistem pembayaran juga memperluas cash out point di wilayah yang menjadi kantong TKI dengan menggandeng lebih banyak agen bank guna membantu membukakan rekening tabungan untuk keluarga TKI yang akan menerima dana kiriman.
    • Perbankan Indonesia masih akan mencatat perlambatan kredit di kuartal I-2017 ini. Nelson Tampubolon, Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bidang Perbankan memperkirakan pertumbuhan kredit masih single digit di kuartal I-2017, kemudian akan mendekati pertumbuhan kredit double digit di kuartal II-2017. “Kami melihat pertumbuhan kredit masih berkisar 9% di kuartal I-2017,” kata Nelson, Senin (13/3). Asumsi tersebut datang karena pada awal tahun 2017 perbankan mencatat pertumbuhan kredit sebesar 8,20% menjadi Rp 4.338,1 triliun per Januari 2017 dibandingkan posisi kredit Rp 4.009,3 triliun per Januari 2016. Lanjutnya, segmen kredit yang masih memiliki permintaan kredit di kuartal I-2017 adalah kredit konsumer dan kredit usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Pada segmen UMKM akan naik di tahun 2017 ini karena sejumlah bank masih harus berjuang untuk memenuhi porsi kredit UMKM sebesar 15% di tahun ini. Berdasarkan data, kredit konsumer tercatat tumbuh 9,17% menjadi Rp 1.250,7 triliun per Januari 2017 dibandingkan posisi Rp 1.145,3 triliun per akhir tahun 2016. Kemudian, kredit UMKM tercatat tumbuh 8,5% atau senilai Rp 780,2 triliun per Januari 2017, pertumbuhan kredit ini lebih rendah dari pertumbuhan UMKM sebesar 8,4% atau senilai Rp 802,1 triliun per Januari 2016. Nelson bilang, perbankan akan mencatat pertumbuhan double digit di kuartal II-2017 dengan pertumbuhan 10%. Kemudian, permintaan kredit akan mulai naik di semester II-2017 dengan harapan pertumbuhan ekonomi membaik. “Kami masih memperkirakan pertumbuhan kredit berkisar 12%-14% di tahun ini,” tambahnya. Harapannya, dengan kredit yang akan terus naik akan membuat rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) turun karena nilai pembaginya menjadi besar. OJK memperkirakan rasio NPL perbankan akan berada di level 2,7% atau di bawah 3% hingga akhir tahun ini dari posisi 3,1% di awal tahun ini. Wakil Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Suprajarto mengakui, pertumbuhan kredit belum dapat lari kencang di kuartal pertama, karena permintaan kredit akan datang di kuartal II dan selanjutnya. Bank berlogo 46 ini memperkirakan kredit akan di bawah 15% di kuartal I-2017. Lanjutnya, segmen kredit yang masih ada permintaan di kuartal pertama adalah kredit korporasi pada sektor infrastruktur, dan kredit konsumer seperti kartu kredit dan kredit tanpa agunan (KTA). Di tahun Ayam Api ini, BNI membidik pertumbuhan kredit sebesar 15%-17%.
    • Panitia Seleksi Pemilihan Calon Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK-OJK) Periode 2017-2022 meyakini para calon terpilih telah memiliki integritas maupun profesionalisme untuk menjaga industri jasa keuangan dalam lima tahun mendatang. "Mengingat industri keuangan luar biasa penting dan strategis, maka pemilihan DK-OJK telah dilakukan melalui proses seteliti dan sekredibel mungkin, sehingga tidak hanya didapat talenta, skill atau kompetensi, tapi juga pengalaman maupun aspek non teknis," kata Ketua Pansel sekaligus Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Senin. Sri Mulyani mengatakan calon anggota DK-OJK memiliki tugas berat untuk menjaga kapitalisasi industri jasa keuangan, yang saat ini telah tercatat mencapai Rp16.000 triliun, agar memiliki daya tahan dalam memasuki masa-masa ketidakpastian ekonomi. Ia menambahkan peserta seleksi yang lulus hingga tahap akhir bisa belajar dari penanganan krisis finansial 1997-1998, yang menghasilkan biaya tinggi hingga 75 persen dari PDB, dan sampai sekarang pemerintah masih menanggung beban utang dari obligasi rekap. "Sampai hari ini surat utang negara untuk bail out untuk sektor jasa keuangan yang alami kerusakan itu Rp195 triliun dan Rp49 triliun surat utangnya, masih ada sampai sekarang harus kami bayar, padahal itu 20 tahun lalu," katanya. Untuk itu, ia mengakui proses seleksi yang dilakukan Pansel merupakan tugas yang sangat berat dan merupakan beban untuk mendapatkan calon yang sangat baik, karena fungsi menjaga stabilitas sistem keuangan bukan merupakan pekerjaan yang mudah. "Tugasnya luar biasa sulit untuk menjaga stabilitas, maka komitmen luar biasa sangat dibutuhkan dan tidak main-main, karena itu, ini beban luar biasa bagi kami untuk mendapatkan calon yang sangat baik," kata Sri Mulyani. Anggota Pansel sekaligus Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo menambahkan proses seleksi telah berlangsung secara ketat dalam empat tahap dengan mengedepankan integritas dan profesionalisme para calon anggota DK-OJK. Oleh karena itu, Agus mengharapkan peserta yang nantinya terpilih menjadi anggota DK-OJK dapat menjadikan institusi pengawas industri jasa keuangan tersebut menjadi lebih kredibel dan amanah dalam melaksanakan tugas maupun kewajibannya. "Harapan kami tentu agar OJK betul-betul bisa menjadi institusi yang lebih kredibel," katanya. Hal itu, lanjutnya, karena amanat UU kepada OJK adalah menyelenggarakan pengawasan secara terintegrasi, karena OJK bukan hanya mengawasi sektor jasa keuangan, tapi juga mengeluarkan izin, melakukan penegakan hukum yaitu penyelidikan dan penyidikan serta berwenang untuk edukasi dan perlidungan konsumen. Agus mengatakan upaya untuk menjaga industri jasa keuangan sangat penting karena berdampak kepada kinerja makro ekonomi dan stabilitas sistem keuangan. Bentuk koordinasi ini juga dibutuhkan sebagai antisipasi terhadap datangnya krisis. Sebelumnya, Pansel telah mengumumkan 21 calon anggota yang terdiri dari masing-masing tiga calon untuk tujuh jabatan anggota DK-OJK, setelah mencoret sembilan nama yang tidak lulus dalam tahap wawancara. Sembilan nama yang dicoret adalah Mulya Effendi, Rahmat Waluyanto, Dyah Nastiti K Makhijani, Mas Achmad Daniri, Mohammad Fauzi Maulana Ichsan, Lucky Fathul Aziz Hadibrata, Widyo Gunadi, Samsul Hidayat dan Darminto. Dalam tahap wawancara, yang diikuti 30 peserta, para calon mendapatkan pertanyaan meliputi visi dan misi, sikap terhadap permasalahan OJK dan program strategis serta kepemimpinan dan integritas calon berdasarkan rekam jejak. Dengan demikian, para calon yang lulus telah mengikuti empat tahapan seleksi di tingkat Pansel yaitu tahap administratif, tahap penilaian masukan masyarakat, rekam jejak dan makalah serta tahap assessment center dan pemeriksaan kesehatan serta tahap wawancara. Pansel menyakini 21 peserta yang lulus merupakan figur-figur yang memiliki komitmen tinggi terhadap integritas sesuai dengan rekam jejak serta memiliki kompetensi dan kepemimpinan untuk mengawal OJK dalam periode lima tahun kedepan. Peserta yang lulus ini terdiri dari lima calon berasal dari unsur Bank Indonesia, lima calon dari Otoritas Jasa Keuangan, lima calon dari industri, tiga calon dari Kementerian Keuangan, dua calon dari akademisi dan satu calon dari pemerintahan non Kementerian Keuangan. Berikut adalah nama-nama calon yang lolos seleksi tahap IV yang telah melalui proses afirmasi dan wawancara yaitu

     

    Calon Ketua merangkap Anggota:

     

    1. Sigit Pramono

     

    2. Wimboh Santoso, SE, MSc, Ph.D

     

    3. Ir Zulkifli Zaini, MBA

     

    Calon Wakil Ketua sebagai Ketua Komite Etik merangkap Anggota:

     

    1. Riswinandi

     

    2. H. Agus Santoso, SH, LLM

     

    3. Etty Retno Wulandari, Ak, CA, MBA, Ph.D

     

    Calon Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan merangkap Anggota:

     

    1. Heru Kristiyana, SH, MM

     

    2. Dr Agusman, SE, AKT, MBA

     

    3. Dwityapoetra Soeyasa Besar, SH, MIA, Ph.D

     

    Calon Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal merangkap Anggota:

     

    1. Nurhaida

     

    2. Arif Baharudin, SE, MBA, CA

     

    3. Drs Freddy R. Saragih, MPAcc

     

    Calon Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Dana Pensiun, Lembaga Pembiayaan dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya merangkap Anggota:

     

    1. Ir Edy Setiadi, MSc

     

    2. Hoesen

     

    3. Dr Adi Budiarso, Ak, MAcc, CA, CHRPE

     

    Calon Ketua Dewan Audit merangkap Anggota:

     

    1. Prof Dr Haryono Umar, Ak, MSc, CA

     

    2. Ahmad Hidayat, MBA

     

    3. Dr Maliki Heru Santosa, MBA, CA, CRMA, CGMA, QIA

     

    Calon Anggota yang membidangi Edukasi dan Perlindungan Konsumen:

     

    1. Tirta Segara, SE, MBA

     

    2. Prof Firmanzah, Ph.D

     

    3. Yohanes Santoso Wibowo, SE, Akt, MBF

     

    • Dollar Amerika Serikat membalikkan kekuatan atas rupiah pada perdagangan Selasa pagi (14/3). Rupiah di pasar spot pukul 9:17 WIB melemah tipis ke posisi Rp 13.358 per dollar AS. Dollar AS masih menguat pagi ini namun tipis. Investor masih mengumpulkan dollar AS seiring dengan ekspektasi bank sentral Federal Reserve mengumumkan kenaikan bunga pada Rabu waktu AS. Kemarin, rupiah brhasil menguat sebesar 0,15% ke level USD/IDR 13.356. Namun, menurut analis, rupiah menguat akibat aksi ambil untung investor atas dollar AS yang tetap diselimuti tren penguatan jelang pertemuan The Fed. Nasib rupiah juga akan ditentukan lelang Surat Utang Negara (SUN) yang digelar hari ini, dengan target indikatif Rp 15 triliun. Jika permintaan SUN besar, ini akan mendukung laju rupiah.
    • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka dengan penguatan pada Selasa pagi (14/3). Indeks menguat di kisaran 0,36% atau 18 poin  ke kisaran 5.428,7. Sekadar mengingatkan, IHSG kemarin Senin ditutup menguat 0,35% ke level 5,409.37. Pagi ini, sektor pertambangan memimpin penguatan, dengan kenaikan 0,91%, diikuti sektor infrasturktur 0,6%, dan finansial 0,5%. Sektor perdagangan juga menguat 0,5%, sedangkan industri dasar dan konsumer naik 0,1%. Sektor yang mencatat pelemahan antara lain aneka industri sebesar 0,7%. Sektor manufaktur, konstruksi, perkebunan flat cenderung melemah. Sebanyak 101 saham bergerak menguat, melampaui 43 yang rurun. Sedangkan 89 lainnya bergeming. Jelang rapat bank sentral Amerika Serikat Federal Reserve yang akan digelar dua hari mulai nanti malam, investor pasar modal cenderung menahan diri. Bursa Asia pagi ini cenderung bergerak mix atau bervariasi. Indeks Topix dan Nikkei di Jepang melemah 0,2% dan 0,14%. Indeks Hang Seng Shang Hai menguat 0,13% dan 0,1%. Indeks Kospi di Korea Selatan menguat 0,5% Sementara Indeks S&P/ASX 200 di Australia naik tipis 0,08%.

     

    EKONOMI GLOBAL

     

    • Saham-saham di Wall Street berakhir bervariasi pada Senin (Selasa pagi WIB), karena para pelaku pasar menanti kemungkinan kenaikan suku bunga dari Federal Reserve AS pada Rabu (15/3). Indeks Dow Jones Industrial Average turun 21,50 poin atau 0,10 persen menjadi ditutup pada 20.881,48 poin. Sementara itu, indeks S&P 500 ditutup naik 0,87 poin atau 0,04 persen menjadi 2.373,47 poin, dan indeks komposit Nasdaq bertambah 14,06 poin atau 0,24 persen menjadi 5.875,78 poin. Para investor umumnya mengantisipasi Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) akan menaikkan suku bunga pada akhir pertemuan kebijakan moneter dua harinya pada pekan ini. Ekspektasi pasar untuk kenaikan suku bunga pada Maret mencapai sekitar 95,2 persen, menurut alat FedWatch CME Group. "Rabu ini, Federal Reserve Bank diperkirakan akan menaikkan suku bunga The Fed ke kisaran 0,75 persen hingga 1,00 persen. Mereka bahkan mengatakan bahwa itu ditulis di batu setelah data tenaga kerja Februari cukup kuat," kata Stephen Guilfoyle, presiden Sarge986 LLC. Total penggajian pekerjaan non pertanian naik 235.000 pada Februari, jauh di atas konsensus pasar 188.000, Departemen Tenaga Kerja mengumumkan Jumat (10/3). Tingkat pengangguran sedikit berubah pada 4,7 persen. Setelah laporan pekerjaan Jumat (10/3), ekspektasi pasar untuk kenaikan suku bunga pada Maret meningkat tajam. Indeks Volatilitas CBOE, sering disebut sebagai pengukur ketakutan Wall Street, menurun 2,66 persen menjadi berakhir di 11,35 pada Senin (13/3). Saham-saham AS bergerak dalam kisaran ketat selama seminggu terakhir, karena Wall Street menilai kemungkinan kenaikan suku bunga Maret di tengah data ekonomi.
    • Harga minyak dunia berakhir lebih rendah pada Senin (Selasa pagi WIB), setelah kenaikan jumlah rig pengeboran minyak AS yang beroperasi memicu kekhawatiran pasar atas kelebihan pasokan minyak global. Rig AS yang diklasifikasikan sebagai pengeboran minyak naik delapan rig pada minggu lalu dari minggu sebelumnya menjadi 617 rig, tertinggi sejak September 2015, kata perusahaan jasa ladang minyak Baker Hughes pada Jumat (10/3). Pekan lalu, harga minyak mentah AS turun hampir sembilan persen. Para analis mengatakan berlanjutnya penurunan harga melemparkan keraguan tentang apakah Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) akan memperpanjang upaya penurunan produksi mereka hingga semester kedua tahun ini. Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April, melemah 0,09 dolar AS menjadi menetap di 48,40 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara itu, patokan global, minyak mentah Brent untuk pengiriman Mei, turun 0,02 dolar AS menjadi ditutup pada 51,35 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.
    • Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih tinggi pada Senin (Selasa pagi WIB), karena investor berhati-hati memantau pemilu di Belanda untuk kemungkinan hasil anti-Euro. Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman April naik 1,7 dolar AS, atau 0,14 persen, menjadi menetap di 1.203,10 dolar AS per ounce. Pemilihan anggota parlemen di Belanda yang dijadwalkan pada Rabu (15/3) memberikan dukungan terhadap logam mulia, karena para analis mencatat bahwa seorang nasionalis dan anti Uni Eropa bisa tampil lebih baik dari sebelumnya, yang akan memperbarui kekhawatiran atas stabilitas zona euro. Faktor tambahan yang mendukung emas adalah indeks dolar AS melemah 0,06 persen menjadi 101,27 pada pukul 17.52 GMT. Indeks adalah ukuran dari dolar terhadap sekeranjang mata uang utama. Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar turun maka emas berjangka akan naik. Emas mendapat dukungan lebih lanjut ketika indeks Dow Jones Industrial Average AS turun 30 poin atau 0,14 persen pada pukul 17.53 GMT. Analis mencatat bahwa ketika ekuitas membukukan kerugian maka logam mulia biasanya naik, karena investor mencari tempat yang aman. Namun, keuntungan logam mulia dibatasi, karena para pedagang terutama fokus terhadap pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang dijadwalkan akan dimulai pada Selasa (14/3). Investor percaya Fed akan menaikkan suku bunga dari 0,75 ke 1,00 selama pertemuan FOMC. Perak untuk pengiriman Mei naik 4,9 sen, atau 0,29 persen, menjadi ditutup pada 16,972 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April naik 3,0 dolar, atau 0,32 persen, menjadi menetap di 941,2 dolar AS per ounce.
    • Bursa Asia bergerak bervariasi (mixed) di perdagangan Selasa pagi (14/3). Investor berhati-hati mengambil langkah jelang rapat bank sentral AS Federal Reserve yang akan digelar Selasa malam waktu setempat hingga Rabu. Indeks Topix Jepang merosot pertama kalinya dalam empat hari, seiring dengan fluktuasi yen. Sementara indeks Kospi di Korea Selatan menguat. "Pasar berkekspektasi penuh akan ada kenaikan bunga The Fed, sehingga pasar akan menunggu diam. Kecuali hasil The Fed mengecewakan yang akan menyebabkan penurunan yield obligasi dan pelemahan dollar AS, tapi itu bukan ekspektasi kita," kata Mike Bell, global market strategist di JPMorgan Asset Management. Sebaliknya, jika kubu hawkish berhasil meyakinkan rapat dewan gubernur The Fed (FOMC) untuk menaikkan bunga, bunga obligasi bisa kembali naik dan dollar AS diperkirakan menguat. The Fed akan mengumumkan hasil pergerakan bunga pada Rabu. Selain The Fed sebagai penyetir utama pergerakan hari ini, pasar juga akan mengamati hasil produksi industrial dan penjualan ritel di China untuk melihat peluang pertumbuhan ekonomi global.
    • Pasar bisa menarik napas lega melihat rapor awal tahun China yang lumayan bagus. Negara dengan populasi terbesar dunia ini berpeluang mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi, seiring dengan perbaikan sektor produksi dan investasi. Berdasarkan data Biro Statistik Nasional setempat, produksi industri di China pada Januari dan Februari tumbuh 6,3%. Angka ini berhasil melampaui perkiraan analis yang dikumpulkan Bloomberg, yaitu sebesar 6,2%. Juga lebih baik ketimbang kondisi Desember yang hanya berekspansi 6%. Penjualan ritel di China juga menguat 0,5% pada dua bulan pertama tahun ini, sementara investasi di fixed-assets naik 0,89%. Dengan pertumbuhan cenderung stabil, pemerintah China diharapkan bisa fokus mengekang laju harga properti dan penumpukan utang. Pemerintah China di awal tahun ini menargetkan, pertumbuhan ekonomi 2017 sebesar 6,5%. Target ini merupakan yang terendah dalam 25 tahun terakhir. "Momentum pertumbuhan dalam jangka pendek terlihat stabil. Kebijakan pengetatan di sektor perumahan mungkin akan akan berimbas negatif sementara sebelum berdampak pada aktivitas ekonomi keseluruhan," kata Zhu Haibin and Grace Ng at JPMorgan Chase & Co. Di tengah sinyal perbaikan, investasi sektor fixed-assets swasta melaju 6,7%. Sementara investasi untuk pengembangan properti naik 8,9% dalam dua bulan awal tahun ini.
    • Perdana Menteri Inggris Theresa May berhasil menggalang kekuatan dari parlemen untuk memulai negosiasi proses keluar dari Uni Eropa (Brexit). Nantinya, parlemen akan mendukung rencana pemerintah dalam proses negosiasi. "Kita sekarang di posisi paling penting dalam negosiasi untuk menentukan negara," kata David Davis, Menteri Brexit, Senin (13/3). Inggris akan mengaktifkan Artikel 50 dari Traktat Lisbon sebagai dasar negosiasi. Meskipun hanya terdiri dari 250 kata, artikel ini menjadi jalan keluar bagi negara manapun yang akan keluar dari persekutan Uni Eropa. Dalam pasal tersebut, disebutkan, setiap negara boleh menarik diri dari UE sesuai dengan ketentuan konstitusinya. Artinya, dalam hal ini, Inggris harus menjelaskan maksud keluar pada Dewan Uni Eropa, lalu bernegosiasi dengan landasan hukum untuk mengatur hubungan mendatang antara dua kawasan tersebut. Dari sisi Eropa, kesepakatan dengan Inggris harus mendapat persetujuan dari parlemen dan mayoritas negara-negara Uni Eropa lainnya. "Kita akan mengaktifkan lagi Artikel 50 pada akhir bulan ini dan bernegosiasi untuk kepentingan seluruh warga UK," kata Davis. Perdana Menteri May akan segera menyerahkan rancangan undang-undang pada Ratu Inggris pada hari ini. Negosiasi dengan UE dilakukan dalam waktu dua tahun, berdasarkan Traktat Lisbon. Namun, rencana May memulai negosiasi bisa terhambat setelah Menteri Skotlandia Nicola Sturgeon meminta referendum independen pada akhir 2018 atau awal 2019, setelah hasil negosiasi Brexit lebih jelas. Seorang sumber di pemerintahan mengatakan, kemungkinan besar May akan menolak permintaan referendum tersebut.
    • Pasca pengumuman target ekonomi China tahun ini yang melambat, investor asing ramai-ramai keluar dari pasar uang China. Akibatnya, kepemilikan asing pada obligasi China turun sebesar 3,1%. Laporan Deutsche Bank AG bulan lalu menyebutkan, jumlah kepemilikan obligasi China turun 1,3% di Februari 2017 dibandingkan bulan sebelumnya. Kondisi ini terjadi lantaran sejumlah investor mulai kecewa dengan turunnya imbal hasil obligasi China. Arus dana keluar terus terjadi meski Pemerintah China sedang berupaya membuat nyaman investor asing dalam berinvestasi. Itu sebabnya, Pemerintah China berupaya membuat aturan yang dinilai ramah pada investor. Citigroup Inc menilai, untuk menjaga rasio utang China, Bank Sentral China sedang berusaha melonggarkan aturan seperti hedging mata uang untuk obligasi. Di sisi lain, nilai outstanding obligasi China justru naik 32% menjadi CNY 64 triliun atau setara US$ 9,3 triliun. Ini karena Pemerintah China menggelontorkan lebih banyak obligasi dengan harapan semakin banyak uang yang masuk (inflow). Tujuannya, menjaga stabilitas mata uang yuan. Juga bisa mendongkrak cadangan devisa negara yang mulai susut. Manajer portofolio Fidelity International di Hongkong, Bryan Collions berharap, Pemerintah China mengembangkan instrumen lindung nilai yang akan memacu partisipasi investor. "Serta mendorong pasar lebih dekat ke arah indeks yang lebih luas dan iklusi," kata Collins, Kamis (13/3). Meski arus dana keluar masih terjadi di pasar obligasi China, sejumlah analis meyakini bahwa pasar obligasi China akan terus berkembang positif. Menurut analis, masih banyak investor asing yang tertarik asalkan para pengambil keputusan mampu mengambil langkah tambahan. Standard Chartered Plc menilai perlu ada langkah baru yang dapat memungkinkan investor luar negeri dapat mengakses pasar derivatif valuta asing China. Kebijakan ini diyakini bisa menaikkan arus modal yang masuk. Analis Goldman Sachs Group Inc menambahkan ada sejumlah langkah tambahan yang dibutuhkan pasar. Contoh akses pasar, likuiditas, dan aturan laporan untuk mengatasi masalah. Sementara Ekonom ANZ Banking Group Ltd David Qu menyarankan perlu adanya hedging untuk menjaga nilai mata uang. Menurut David, transaksi valuta asing dan swap mata uang untuk obligasi dengan tenor di atas satu tahun tidak likuid dan mengakibatkan perbedaan harga yang besar. Deputi Gubernur Bank Sentral China atau People Bank of China (PBOC) Pan Gongsheng menegaskan, pihaknya terus berkomitmen untuk menarik investor asing di pasar obligasi. "PBOC pasti akan meningkatkan regulasi untuk menciptakan lingkungan yang lebih nyaman dan ramah bagi investor luar negeri," kata Pan.
    • Bursa saham Eropa ditutup menguat pada perdagangan Senin (13/3/2017), didorong oleh penguatan komoditas, sementara investor akan fokus pada isyarat kebijakan moneter dari bank sentral di seluruh dunia. Indeks Stoxx Europe 600 ditutup menguat 0,38% atau 1,41 poin ke level 374,64 setelah bergerak pada kisaran 373,19 – 375,08. Kenaikan harga logam industri mendorong saham pertambangan, yang membukukan kinerja terbaik pada perdagangan hari ini. Indeks acuan telah menguat 1,2% sepanjang bulan Maret karena investor menimbang potensi kenaikan suku bunga AS di tengah komentar hawkish oleh pejabat Federal Reserve. The Fed akan mengumumkan keputusan suku bunga pada hari Rabu, dengan hampir seluruh investor berspekulasi pasti terjadi kenaikan, kemudian diikuti oleh update kebijakan dari bank sentral di Inggris, Swiss dan Jepang. "Meskipun probabilitas kenaikan suku bunga Fed mencapai 100%, pengamat the Fed akan fokus pada titik rencana untuk menangkap petunjuk mengenai masa depan kebijakan Fed," ujar Ipek Ozkardeskaya, analis pasar London Capital Group. "The Fed bisa meninggikan laju normalisasi pada tahun 2017 dan menaikkan suku bunga lebih dari tiga kali seperti yang diperkirakan," lanjutnya. Di antara saham yang aktif diperdagangkan, saham Amec Foster Wheeler Plc melonjak 12% setelah John Wood Group Plc setuju untuk mengakuisisi perusahaan senilai 2,23 miliar pound (US$ 2,7 miliar). Adapun saham Wood Group ditutup menguat 1,4%.
    • Lagu lama kembali diputar. Rumor merger dan akuisisi antara dua raksasa minyak kembali berhembus. Transaksi perkawinan antara ExxonMobil Corp dan BP Plc berhembus seiring dengan pemulihan harga minyak yang masih tak menentu. Minggu (12/3), isu pengambilalihan BP oleh Exxon kembali dihembuskan media di London, Inggris. Rumor itu kembali muncul lantaran harga minyak belum menunjukkan perbaikan signifikan. Belum lagi, sejumlah perusahaan minyak sudah gencar melakukan konsolidasi. Contoh yang paling fenomenal, yakni aksi Royal Dutch Shell mencaplok BG Group Plc senilai US$ 54 miliar pada tahun 2016 lalu. Beberapa perusahaan minyak lain pun menempuh aksi akuisisi dengan skala lebih kecil. Tujuannya, memperbesar kas dan menyehatkan neraca keuangan. Maraknya akuisisi didorong oleh keraguan industri tentang kestabilan pemulihan harga minyak meski harga minyak sudah rebound dari posisi terendah selama 12 tahun terakhir. Yang patut dicatat, raksasa minyak berbasis di Texas, Exxon, merupakan perusahaan dengan neraca paling sehat di industri minyak. Dengan kondisi kuat itu, Exxon belum pernah melakukan akuisisi besar sejak gelombang konsolidasi minyak yang terjadi di akhir 1990-an. Sebaliknya, kondisi BP tengah goyah. Valuasi raksasa minyak asal Inggris ini telah susut signifikan sejak 2010. Kala itu, kasus kebocoran minyak di teluk Meksiko mengharuskan BP menelan kerugian US$ 54 miliar sebagai bentuk denda dan kompensasi. Kinerja payah dan denda jumbo menekan valuasi BP. Kapitalisasi saham BP yang pernah menyamai Shell di 2010, kini hanya sebesar US$ 112 miliar atau separuh dari kapitalisasi pasar Shell. Sedangkan Exxon semakin perkasa dengan total valuasi yang kini bernilai US$ 337 miliar. Para analis menilai potensi merger antara Exxon dan BP sangat minim. "Akuisisi dan merger Exxon dan BP mungkin rumor karena kelihatannya tidak tepat dengan strategi masing-masing. Merger akan membentuk perusahaan yang sangat besar dan terlalu kompleks untuk diatur," ujar Anish Kapadia, senior analis Tudor, Pickering, Holt & Co International LLP. Hal yang sama juga diungkapkan Lain Reid, analis Macquarie yang berkantor di London. "Tidak ada hal unik dari BP yang membuat Exxon harus mengakuisisi," ujar Reid. Penghalang lain terealisasinya rumor Exxon mengakuisisi BP adalah isu monopoli. Regulator seluruh dunia berpotensi mencermati merger dua raksasa itu sebagai bentuk monopoli. Regulator Inggris pun berpotensi menolak penjualan saham milik perusahaan negara. Pasalnya, sewaktu Shell membeli BG Group, pemerintah Inggris dengan tegas menyatakan akan menolak semua proposal akuisisi terhadap BP.

     

     

    Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

    Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.