KREDIT PROYEK

     

    Sasaran

    Badan Usaha dan atau Perorangan yang bergerak di bidang Fisik maupun Penyedian Barang dan Jasa sebagai pelaksanaan proyek atau pendukung proyek.

    Obyek

    • Pengadaan Barang (berupa bahan baku, barang setengah jadi, barang jadi, mesin dan atau peralatan yang spesifikasinya ditetapkan oleh Pemiliki Pekerjaan)
    • Jasa (berupa layanan pekerjaan pelaksanaan konstruksi atau wujud fisik lainnya yang perencaannya teknis dan spesifikasinya ditetapkan oleh Pemilik Pekerjaan)
    • Layanan Jasa keahlian profesional (dalam berbagai bidang yang meliputi jasa perencanaan konstruksi , jasa pengawasan konstruksi , dan jasa pelayanan profesi lainnya)
    • Jasa lainnya selain jasa konsultasi, jasa pemborong, dan pemasok barang.
    Penggunaan
    • Modal Kerja Pelaksanaan Pekerjaan Proyek yang sumber dananya berasal dari APBN/APBD/BUMN/BUMD/BHMN/BLU/BLUD/ maupun lembaga swasta yang bersifat single year (satu tahun anggaran) atau multiyears (tahun jamak) baik waktu pelaksanaan pekerjaan maupun pembayaran termin.
    • Modal Kerja pendukung pelaksanaan proyek (supply chain) diberikan khusus kepada  supplier, sub kontraktor dan lain sebagainya yang mendapatkan order/perintah pemesanan/ pekerjaan dari penerima pekerjaan. 
    Jangka Waktu
    • Kredit Proyek Transaksional :
      • Jangka waktu kredit sesuai dengan jangka waktu proyek di tambah dengan kelonggaran waktu maksimal 3 bulan sejak jatuh tempo pekerjaan .
      • Jangka waktu tidak selesai pada waktunya dan kredit belum lunas maka jangka waktu Kredit Proyek dapat diperpanjang sepanjang debitur menyerahkan surat keterangan dari pemberi pekerjaan terkait addendum jangka waktu pelaksanaan proyek dan masih tersedianya sumber dana/tagihan termin proyek.
    • Kredit Proyek Standby Loan :
      • Jangka waktu maksimal 36 bulan dengan ketentuan jangka waktu pengembalian diatur sebagai berikut :
        • Jangka waktu pengembalian per proyek berdasarkan SPK/Kontrak kerja ditambah dengan kelonggaran waktu maksimal selama 3 bulan sejak jatuh tempo pekerjaan.
        • Dalam hal debitur akan mengajukan penarikan fasilitas kredit untuk 1 atau beberapa proyek yang sedang atau akan dikerjakan melebihi sisa jangka waktu kredit
        • Fasilitas kredit proyek standby loan dapat diberikan perpanjangan dengan ketentuan Perpanjangan jangka waktu kredit standby loan maksimal 3 bulan dari jatuh tempo pekerjaan yang terakhir.
        • Debitur wajib menyerahkan surat permohonan perpanjangan/pembaharuan kredit proyek proyek paling lambat 1 bulan sebelum kredit jatuh tempo dan/atau surat ijin prinsip pertanggungan/penjaminan dari perusahaan asuransi.
      • Fasilitas Kredit Proyek standby loan wajib melakukan peninjauan kembali (review) setiap 12 bulan dengan mendasar pada aktivitas proyek yang dikerjakan, kinerja perusahaan dan prosentase penggunaan plafond standby loan.
    Agunan
    • Proyek yang dibiayai dan termin netto proyek berdasarkan surat cessie
    • Debitur wajib menyerahkan jaminan tambahan berupa :
      • Agunan fisik dan/atau agunan tunai (Cash Collateral) dan/atau asuransi kredit
      • Rasio Jaminan minimal 100% dari plafond kredit untuk proyek APBD /APBN/BUMH/BUMD/BUMN/BLU/BLUD, atau minimal 125% dari plafond Kredit untuk proyek swasta.
      • Jaminan tambahan untuk fasilitas kredit proyek transaksional diserahkan pada saat penandatanganan Perjanjian Kredit dan untuk Kredit Proyek standby loan diserahkan pada saat penarikan pinjaman.
      • Dalam hal jaminan tambahan berupa asuransi kredit dengan nilai kurang dari 100% maka pola pertanggungan berlaku secara excess of loss.  
    Ketentuan Lain

    Kewajiban Asuransi adalah jaminan yang mengandung risiko diasuransi dengan banker’s  clause bank, kecuali terhadap :

    • SPK/Kontrak Kerja yang tidak menyebutkan kewajiban asuransi bagi proyek yang dikerjakan oleh debitur.
    • Fasilitas kredit telah di-cover dengan nilai tanah maka bangunan tidak wajib diasuransikan.
    • Fasilitas kredit telah di-cover sebagian dengan nilai tanah maka bangunan wajib diasuransikan secara proporsional.

    Beban biaya asuran dan/atau premi ditanggung oleh debitur dan dibayar sekaligus pada saat penandatanganan Perjanjian Kredit.