Bank Syariah Cukup Fit Untuk Kucurkan Proyek Infrastruktur

JAKARTA, Inspirasibangsa (11/4) — Sejatinya,sistem ekonomi berbasis panduan panduan dalam ajaran Islam (Syariah, red) ini kembalitren di kalangan para pengusaha. Sebagian kalangan mengaplikasikan manfaat ekonomi syariah karena keuntungan pertumbuhan demandakan ekonomi yang bernafaskan Islam, sementara sebagiannya lagi karena lebih mengharapkan kebahagiaan lewat harta yang halal dan baik prosesnya.
Karena itu, Direktur Operasional dan Unit Usaha Syariah PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) Hanawijaya mengatakan produk syariah cukup fit dengan kebutuhan infrastruktur.
“Saat ini kami telah memiliki akad yang dapat digunakan untuk proyek infrastruktur, termasuk kami siap membiayai refinancing atas talangan pembebasan lahan tol,” katanya Minggu (9/4) malam seperti dilansir Bisnis.com.
Diakuinya masih ada sejumlah masalah yang dihadapi perbankan syariah, mulai dari pengetahuan bankir yang belum terbiasa dengan pembiayaan infrastruktur, faktor BMPK yang masih kecil dibandingkan dengan kebutuhan pembiayaan, hingga kurangnya kepercayaan dari perusahaan pemilik proyek infrastruktur.
Dia menuturkan perbankan syariah memiliki sejumlah kelebihan. Misalnya, adanya produk ijarah untuk alat-alat berat. Dari aspek service, perbankan syariah juga diklaim tidak kalah dengan bank konvensional besar untuk melayani debitur infrastruktur.
Terkait pembiayaan jangka panjang, perbankan syariah juga mendapat dukungan dana-dana haji dari kementerian agama sehingga dapat memberikan pembiayaan bertenor hingga 15 tahun.
“Terkait pricing, memang masih menjadi kendala karena komposisi dana mahal kami masih di atas 60%. Namun dengan strategi mixed funding dan mixed financing yang baik, kami saat ini bisa memberikan pricing yang competitive dibandingkan yang ditawarkan bank-bank konvensional,” paparnya.
Hanawijaya menekankan strategi yang dilakukan yakni menjalin sinergi antara 17 unit usaha syariah bank pembangunan daerah yang ada di Indonesia untuk membangun desk khusus syariah, baik dalam pengembangan produk maupun pembiayaan sindikasi infrastuktur.
Oleh karena itu, dia menghimbau agar badan usaha milik negara juga memberikan sebagian kebutuhan dananya kepada bank-bank syariah khususnya UUS BPD.
“Apabila satu UUS BPD berkontribusi Rp100 miliar, kami bisa membiayai proyek infrastruktur sebesar Rp1,7 triliun. Kami menjamin service level agreement kami dapat lebih baik dari bank konven bila BUMN memberikan kepercayaan kepada UUS BPD.”
UUS Bank Jateng terlibat dalam sejumlah sindikasi proyek infrastruktur, mulai dari bidang energi listrik, jalan tol, dan perkeretaapian. Pada tahun ini, total sindikasi yang sudah dalam pipeline bank Jatengsyariahsebesar Rp1,7 triliun untuk infrastruktur. Jumlah itu 53% dari target pembiayaansyariahsebesar Rp3,2 triliun.
Pada tahun lalu Bank Jateng lewatunitusahasyariahnya telah membiayai proyek pembangunan jalan tol Soreang di Jawa Barat. Dari total sindikasi senilai Rp850 miliar, Bank Jateng memberikan porsi dukungan sebesar Rp200 miliar. (Lang)

https://www.inspirasibangsa.com/bank-syariah-cukup-fit-untuk-kucurkan-proyek-infrastruktur/