Bank Jateng Unit Syariah Semakin Agresif Ikuti Ekspansi Bidang Infrastruktur

Unit Syariah Bank Jawa Tengah akan melakukan ekspansi investasi pada beberapa bidang termasuk sektor infrastruktur.

Menurut Direktur Operasional dan Unit Usaha Syariah Bank Jateng Hanawijaya mengatakan rinciannya ekspansi investasi mencakup pengadaan jalan tol, perumahan, dan power plant PLN.

Kendati demikian, pihaknya menjelaskan fokus perseoran masih mengarah ke pembiayaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Kebijakan itu sejalan dengan bank induk dalam rangka pembangunan dan peningkatan perekonomian Jawa Tengah

Dia menuturkan aset unit usaha syariah Bank Jateng tahun ini ditargetkan meningkat menjadi Rp6 triliun, dari total aset yang sudah dimiliki sebesar Rp3,1 triliun.

Sejalan dengan target bank induk yaitu Bank Jateng yang asetnya ditargetkan meningkat menjadi Rp 60 triliun pada 2017.

“Jadi nanti match dengan bank induk. Perhitungannya aset minimal 10% dari bank induk yang ditargetkan naik Rp60 triliun,” kata Hanawijaya dalam keterangan resminya, Selasa. (28/2)

Meski melakukan ekspansi dan memberi akses permodalan bagi UMKM, unit syariah ini akan menerapkan strategi yang berbeda dari bank konvensional.

Sementra itu, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin mengatakan, kebangkitan lembaga keuangan syariah di Indonesia harus dijadikan momentum emas bagi seluruh pelaku ekonomi keuangan.

Ulama yang dianggap penggagas ekonomi syariah ini memandang bank syariah mempunyai peluang yang bagus.

Dalam mayoritas yang memeluk agama Islam, lembaga keuangan syariah harus menjadi salah satu tujuan yang diminati hingga ke mancanegara.

“Lembaga ini sudah ada sejak 1990 tapi baru bisa dilaksanakan sekitar dua tahun kemudian. Momentum kebangkitan ini juga disambut baik adanya Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) yang dibentuk Presiden Jokowi. Itu juga saya yang membisiki supaya cepat jadi,” ujar Ma’ruf. (RS)

Bank Jateng Unit Syariah Semakin Agresif Ikuti Ekspansi Bidang Infrastruktur