Bank Jateng Terus Berinovasi

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah telah memasuki usia ke-54 tahun. Sebagai bank-nya wong Jawa Tengah, Bank Jateng terus berinovasi dengan mengembangkan produk dan layanan berbasis teknologi.

Upaya tersebut untuk menghadapi iklim persaingan bisnis perbankan yang semakin ketat. ‘’Terus Berinovasi’’ menjadi komitmen seluruh pegawai Bank Jateng saat perayaan HUT di halaman Kantor Bank Jateng Jl Pemuda, Kamis (6/4). Segenap pegawai memakai busana pakaian adat tradisional Jawa Tengah seperti beskap, jarik, batik dan kebaya saat mengikuti upacara dan tasyakuran bersama.

Upacara dipimpin oleh Direktur Utama Bank Jateng Supriyatno dan sejumlah direksi. Pada kesempatan tersebut, Supriyatno memberikan santunan tali asih kepada mantan direksi Bank Jateng yang telah berjasa membangun pondasi yang baik bagi manajemen. Selain itu, sebanyak 71 pegawai yang telah bekerja sampai 30, 25 dan 20 tahun juga memperoleh penghargaan dan uang tunai sebagai wujud apresiasi kepada pegawai.

Diserahkan beasiswa pendidikan kepada putra-putri pegawai berprestasi, bantuan kepada penyapu jalan dan tukang becak di Jl Pemuda, hadiah lomba kualitas pelayanan kepada pegawai, penyerahan hadiah kinerja operasional untuk kantor cabang dan kantor cabang pembantu, serta aneka lomba seperti lomba futsal, stand up comedy, lomba masak, fotografi dan masih banyak lagi.

Supriyatno menuturkan, kunci dalam menghadapi iklim persaingan bisnis perbankan yang semakin ketat adalah daya saing. Produk, jasa layanan dan kualitas pelayanan harus optimal.

Pengembangan produk dan layanan berbasis teknologi menjadi keniscayaan untuk bersaing dengan perbankan atau lembaga bisnis lainnya. Seperti, pengembangan financial technology (fintech) yang harus dilakukan. Oleh sebab itu, Bank Jateng menjalin kerja sama dengan Telkom untuk memberikan layanan berbasis teknologi kepada nasabah.

Laku Pandai

Kinerja Bank Jateng pada 2016 lalu berhasil terselesaikan dengan baik. Bahkan diantaranya memperoleh pengakuan secara nasional. Yaitu, kredit Mitra Jateng 25 dengan bunga 7% tanpa subsidi, tanpa jaminan dan bebas biaya administrasi. Kredit tersebut mendapat rekor Muri sebagai bank pelopor bunga rendah di Indonesia.

Berkat program tersebut, Gubernur Ganjar Pranowo mendapatkan penghargaan sebagai penggerak TPKAD Teladan 2016 dari Presiden Joko Widodo. Tercatat, penyaluran kredit Mitra Jateng 25 saat ini mencapai Rp 220 miliar dengan jumlah debitur sekitar 11.500 debitor. Tahun ini, pihaknya menargetkan dapat menyalurkan kredit tersebut sebesar Rp 350 miliar.

Adapun, laporan keuangan sampai Desember lalu Bank Jateng membukukan aset hingga Rp 51,25 triliun atau meningkat hampir dua kali lipat dalam kurun tiga tahun. Yaitu dari posisi Rp 30,70 triliun pada Desember 2013.

‘’Aset Bank Jateng berada di peringkat kedua diantara 27 BPD seluruh Indonesia. Diharapkan aset pada tahun ini lebih meningkat sekitar 12%,’’tuturnya. Penambahan agen laku pandai juga akan dilakukan Bank Jateng di tahun ini. Agen laku pandai, mempermudah nasabah dalam mengakses layanan dan produk Bank Jateng.

Terhitung sudah ada 400 agen laku pandai Bank Jateng. Ditargetkan tahun ini jumlah agen laku pandai bisa mencapai 1.000 agen yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Jateng. Antara lain, layanan cash management di seluruh Pemda, SP2D online, e-tax, e-retribusi, CMS PDAM, perguruan tinggi, sekolah, pondok pesantren, aplikasi mitra Jateng, aplikasi petani Jateng dan bancassurance. Saat ini, sedang dipersiapkan pula produk dan layanan baru Bank Jateng. (K14-71)