Bank Jateng Tekan NPL di Bawah 2 Persen

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG — Kredit macet atau non-performance loan (NPL) Bank Jateng tercatat hanya 1,8 persen pada 2016 lalu. Angka tersebut bahkan jauh di bawah angka yang ditetapkan secara nasional.

“Kami bertekad untuk tetap menjaga NPL di bawah angka 2. Itu angka yang ideal,” kata Direktur Utama Bank Jateng, Supriyatno, usai acara malam apresiasi kinerja Bank Jateng 2016 di Kantor Pusat Bank Jateng, Jalan Pemuda, Semarang, Selasa (25/1/2017) malam.

Menurutnya, angka NPL tersebut masih di batas angka kewajaran. Yang terpenting, adanya kekhawatiran akan meningkatnya NPL justru menjadikan kredit tidak tersalurkan.

Penyaluran kredit Bank Jateng selalu mengalami peningkatan tiap tahunnya. Terlebih, adanya program Suku Bunga Rendah (Subure) yang meliputi produk Mitra 25 dengan platform maksimal Rp 25 juta dan mitra 02 dengan platform Rp 2 juta, menjadikan angka kredit Bank Jateng terus tumbuh.

“NPL adalah sebuah resiko yang terukur dan harus dijaga. NPL Bank Jateng sejauh ini masih wajar,” ucapnya.

Untuk menekan NPL, lanjutnya, Bank Jateng menerapkan manajemen resiko dan meningkatkan kualitas analis kredit yang fungsinya untuk menilai mana nasabah yang bagus dan potensi bermasalah. (*)