Bank Jateng Patok Penyaluran Kredit 2017 Tumbuh Capai Rp10,57 Miliar

Ekonomi Update 21 Maret 2017

  • Bank Indonesia berkomitmen untuk mengoptimalkan penyelenggaraan kliring Obligasi Negara, untuk mendukung pengembangan pasar Obligasi Negara.
  • Bank Indonesia menyempurnakan ketentuan bilyet giro untuk meningkatkan keamanan penggunanya sehingga mampu mengatasi praktik penyalahgunaan alat pembayaran debet tersebut.
  • Bank Indonesia meyatakan peraturan untuk perdagangan instrumen utang sertifikat deposito (Negoitable Certificate Deposit/NCD) akan terbit selambat-lambatnya akhir Maret 2017.
  • Pengamat pasar modal Rudiyanto menilai masuknya aliran dana asing ke pasar modal dalam beberapa hari terakhir ini dipicu potensi kenaikan peringkat utang Indonesia menjadi layak investasi (investment grade) oleh lembaga pemeringkat internasional Standard & Poors (S&P).
  • Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai bahwa fundamental ekonomi nasional yang kuat menjadi salah satu faktor yang menjaga likuiditas pasar modal tetap tinggi sehingga kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) sempat menembus rekor baru pada akhir pekan lalu (Jumat, 17/3).
  • Ketiga indeks return pasar SBN bertahan positif pada penutupan perdagangan Senin. ICBI naik sebesar +0,5967poin (+0,27%) ke level 218,2290.
  • Bank Indonesia (BI) pada akhir Maret 2017 ini berjanji akan menerbitkan peraturan Bank Indonesia (PBI) mengenai National Payment Gateway (NPG).
  • Indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Indonesia dibuka menguat 7,05 poin, Selasa, di tengah sentimen dari dalam negeri yang cukup kondusif.
  • Nilai tukar rupiah dalam transaksi antarbank di Jakarta pada Selasa pagi menguat 24 poin menjadi Rp13.290 per dolar AS.
  • Bank Sentral Amerika Serikat Federal Reserve (the Fed) telah memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuannya secara 25 basis poin.
  • Bursa Asia berkonsolidasi di sekitar level tertinggi dalam 15 bulan terakhir pada perdagangan pagi Selasa (21/3).
  • Perdana Menteri Britania Raya Theresa May akan menyerahkan surat perceraian dengan Uni Eropa tangga 29 Maret mendatang. Ini akan menjadi awal dari masa negosiasi dua tahun proses Brexit.
  • Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih tinggi pada Senin (Selasa pagi WIB), karena investor terus mempersiapkan posisi mereka menjelang Inggris keluar dari Uni Eropa.
  • Kurs dolar AS berakhir lebih tinggi terhadap sebagian besar mata uang utama pada Senin (Selasa pagi WIB), karena para investor mencerna pernyataan terbaru dari para pejabat Federal Reserve.
  • Saham-saham di Wall Street berakhir bervariasi pada Senin (Selasa pagi WIB), setelah terombang-ambing antara keuntungan dan kerugian kecil, karena investor mempertimbangkan komentar dari beberapa pejabat Federal Reserve AS.
  • Harga minyak dunia berakhir lebih rendah pada Senin (Selasa pagi WIB), setelah peningkatan jumlah rig AS yang beroperasi memicu kekhawatiran pasar tentang kelebihan pasokan global.
  • Bursa saham Eropa ditutup melemah tipis pada perdagangan Senin (20/3/2017), terbebani oleh penurunan saham minyak dan gas serta perbankan.
  • Perusahaan telekomunikasi India terbesar kedua dan ketiga, Vodafone dan Idea Cellular sah menandatangani kesepakatan merger hari ini, Senin (20/3). Kesepakatan ini disebut akan mengakhiri perang tarif telko di India.
  • Majalah Forbes mencatat, jumlah miliarder di dunia melonjak 13% menjadi 2.043 dari 1.810 tahun lalu.
  • Potensi untuk bentrokan antara dua negara besar ekonomi dunia: Amerika Serikat dan Republik Rakyat China memang santer dibicarakan.

EKONOMI DOMESTIK

  • Bank Indonesia berkomitmen untuk mengoptimalkan penyelenggaraan kliring Obligasi Negara, untuk mendukung pengembangan pasar Obligasi Negara. Salah satunya adalah dengan penunjukan PT. Kliring Penjaminan Efek Indonesia ( KPEI) sebagai penyelenggara kliring atas transaksi Obligasi Negara di pasar sekunder, baik yang ditransaksikan melalui bursa maupun di luar bursa (over the counter). Kerja sama ini sangat penting dalam meningkatkan kualitas data transaksi pasar sekunder, mengingat perdagangan Obligasi Negara di pasar sekunder mayoritas (hampir 100%) dilakukan over the counter. Kerja sama BI dan KPEI diwujudkan dalam perjanjian yang ditandatangani hari ini, 20 Maret 2017, di Jakarta. Hingga pertengahan Maret 2017, total kepemilikan (Outstanding) Surat Berharga Negara (SBN) yaitu sebesar Rp1.895,68 Triliun. Sementara itu, total SBN yang ditransaksikan di pasar sekunder selama tahun 2016 tercatat sebesar Rp7.527 Triliun (mencapai 400% dari outstanding). Hal tersebutlah yang menyebabkan perluasan kerja sama penyelenggaraan kliring Obligasi Negara menjadi semakin penting. Dalam sambutannya, Deputi Gubernur BI, Sugeng, menyampaikan bahwa penunjukan KPEI merupakan bentuk upaya mendukung rencana Pemerintah untuk membuka alternatif perdagangan Obligasi Negara dalam rangka meningkatkan aktivitas, diversifikasi investor, efisiensi, dan transparansi perdagangan Obligasi Negara di pasar sekunder. Selain itu, penunjukan tersebut merupakan dukungan Bank Indonesia terhadap rencana implementasi Electronic Trading Platform (ETP) untuk transaksi SBN di luar bursa, yang pada akhirnya diharapkan dapat mendukung pengembangan pasar surat utang di Indonesia, sehingga menjadi semakin maju dan berkembang. Selanjutnya, Deputi Gubernur menekankan agar penyelenggaraan kliring transaksi Obligasi Negara Ritel di luar bursa yang terorganisir di pasar sekunder dilakukan secara seksama. Hal tersebut penting dilakukan agar terbentuk informasi harga kepada investor, menjadikan mekanisme pembentukan harga lebih transparan, serta meningkatkan efisiensi dan likuiditas di pasar yang mencerminkan kondisi pasar surat utang yang efisien. Dengan demikian, penunjukan KPEI sebagai penyelenggara kliring atas transaksi Obligasi Negara di pasar sekunder melalui bursa dan ETP merupakan suatu pencapaian penting dan diharapkan dapat mendukung pengembangan pasar surat utang di Indonesia untuk menjadi semakin maju dan berkembang.
  • Bank Indonesia menyempurnakan ketentuan bilyet giro untuk meningkatkan keamanan penggunanya sehingga mampu mengatasi praktik penyalahgunaan alat pembayaran debet tersebut. Kepala Departemen Penyelenggaraan Sistem Pembayaran BI, Dyah Virgoana Gandhi di Kantor Pusat BI, Jakarta, Senin, menjelaskan praktik penyalahgunaan bilyet giro antara lain pemindahtanganan dengan cara mengosongkan nama dan nomor rekening penerima. Selain itu, terdapat pula praktik penyalahgunaan bilyet giro dengan cara memanipulasi pengisian data pada fisik warkat atau surat asli. Ketentuan penyempurnaan bilyet giro oleh BI tercantum dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 18/41/PBI/2016 pada 21 November 2016 yang dilengkapi oleh Surat Edaran (SE) BI Nomor 18/40/DPSP tentang Penyelengaraan Transfer Dana dan Kliring Berjadwal oleh BI pada 29 November 2016. “Melalui ketentuan itu diharapkan penggunaan bilyet giro dapat dilakukan dengan aman dan lancar,” kata Dyah. Dia menjelaskan beberapa pokok pengaturan dalam PBI 18/41/PBI/2016 antara lain penyesuaian masa berlaku bilyet giro yang semula 70 hari sejak tanggal penarikan ditambah enam bulan menjadi hanya 70 hari sejak tanggal penarikan. Ketentuan baru tersebut juga mengatur mengenai tanda tangan basah penarik, kewajiban untuk diserahkan sendiri oleh penerima, dan jumlah koreksi maksimal tiga kali. Kemudian, metode pencairan bilyet giro untuk nominal di atas Rp500 juta penyelesaiannya diproses secara bilateral antara bank tertarik dan bank penerima. “Kalau dapat bilyet giro di atas Rp500 juta silakan datang ke bank tempat rekening, nanti bank akan menguruskan secara bilateral. Karena bilateral, mungkin pelunasannya tidak hari itu, bisa dua hari,” kata Kepala Grup Departemen Penyelenggaraan Sistem Pembayaran BI, Ery Setiawan. Untuk bilyet giro di bawah Rp500 juta bisa dilakukan lewat kliring yang pencairannya dapat langsung lunas di hari yang sama. Keseluruhan ketentuan oleh BI terkait bilyet giro tersebut mulai diberlakukan pada 1 April 2017. Sebagaimana diberitakan, bilyet giro adalah surat perintah dari nasabah kepada bank penyimpan dana untuk memindahbukukan sejumlah dana kepada rekening pemegang yang disebutkan namanya. Penggunaan bilyet giro adalah sebagai sarana perintah pemindahbukuan dan tidak dapat dipindahtangankan.
  • Bank Indonesia meyatakan peraturan untuk perdagangan instrumen utang sertifikat deposito (Negoitable Certificate Deposit/NCD) akan terbit selambat-lambatnya akhir Maret 2017. “Akhir Maret 2017 rencananya. Kami ingin bagaimana membuat infrastruktur pendanaan bagi bank lebih luas, likuiditas juga bisa lebih longgar,” kata Deputi Gubernur BI Sugeng di Jakarta, Senin. Dengan penerbitan peraturan NCD, menurut Sugeng, perbankan dapat memiliki sumber alternatif lain untuk memperoleh pendanaan, terutama untuk pendanaan jangka pendek. Dengan begitu, perbankan diharapkan dapat memompa penyaluran kredit, mengingat sumber pendanaan bertambah. Saat ini, nilai kepemilikan (outstanding) NCD mencapai Rp18 triliun. “Masih kita godok peraturannya, tunggu akhir Maret 2017 saja,” ujarnya. Koridor penerbitan NCD sebenarnya sudah diatur oleh OJK. Namun untuk perdagangan NCD di pasar uang atau pasar dengan tenor tidak lebih dari 12 bulan), industri belum memiliki peraturan baku. Maka itu, BI membuat peraturan perdagangan NCD agar transaksi di pasar uang semakin menggeliat. Semula BI menargetkan peraturan NCD dapat terbit di 2016, namun rencana realisasi tersebut harus mundur karena proses koordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). OJK merupakan pengatur industri perbankan yang menerbitkan NCD, sementara KSEI merupakan lembaga yang menyimpan dan menatausahakan NCD. Peraturan perdagangan NCD merupakan aturan turunan dari Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor: 18/11/PBI/2016 tentang Pasar Uang yang diterbitkan Agustus 2016. Selain NCD, BI juga berencana untuk mengeluarkan peraturan untuk instrumen utang “commercial paper”.
  • Pengamat pasar modal Rudiyanto menilai masuknya aliran dana asing ke pasar modal dalam beberapa hari terakhir ini dipicu potensi kenaikan peringkat utang Indonesia menjadi layak investasi (investment grade) oleh lembaga pemeringkat internasional Standard & Poors (S&P). “Kalau kita lihat aliran dana asing dari awal tahun hingga hari ini (20/3), baru sepekan terakhir ini mulai masuk ke pasar saham. Sebelumnya fluktuatif. Begitu ada rumor atau wacana kenaikan investment grade oleh S&P, tiba-tiba dana asing masuk,” ujar Rudiyanto yang juga Direktur PT Panin Asset Management di Jakarta, Senin. Pada tahap awal, menurut dia, investor asing menempatkan dana investasi pada saham-saham berkapitalisasi besar atau yang masuk dalam kategori saham “blue chips”. “Biasanya, kalau dana asing masuk ke pasar yang diuntungkan saham big caps. Setelah menyusul saham-saham lainnya akan dilirik,” katanya. Berdasarkan data BEI, di sepanjang tahun 2017 ini investor asing telah membukukan beli bersih atau “foreign net buy” sebesar Rp4,288 triliun. Pada 2017 ini, Rudiyanto juga memproyeksikan bahwa indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) berpotensi menyentuh level 6.000 poin. “Meski tidak ada kenaikan peringkat dari S&P, kita hitung harga wajarnya IHSG bisa ke 6.000 poin. Kalau ada kenaikan peringkat, bisa lebih dari level itu. Level 6.000 bisa dicapai pada pertengahan tahun ini atau akhir tahun. Karena pergerakan IHSG terus fluktuatif dan pasar modal cukup dinamis,” katanya. Rudiyanto menambahkan bahwa meningkatnya IHSG juga akan turut mendorong nilai kapitalisasi pasar modal Indonesia meningkat dan berpotensi mencapai Rp7.000 triliun jika jumlah emiten di BEI bertambah.”Misalkan sekarang nilai kapitalisasi pasar sekitar Rp6.000 triliun, kalau tidak ada saham baru dan kenaikan IHSG 10 persen maka kapitalisasi Rp6.600 triliun. Kalau mencapai Rp7.000 triliun berarti harus ada saham baru plus kenaikan IHSG lebih dari 10 persen,” paparnya. Nilai kapitalisasi pasar merupakan salah satu indikator yang menunjukkan perkembangan bursa saham. Kapitalisasi pasar menunjukkan nilai efek yang tercatat di bursa saham. Atau secara definisi diartikan sebagai total jumlah surat berharga yang diterbitkan oleh berbagai perusahaan di dalam satu pasar. Berdasarkan data BEI per 17 Maret 2017, nilai kapitalisasi pasar modal Indonesia mencapai sebesar Rp6.018,79 triliun.
  • Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai bahwa fundamental ekonomi nasional yang kuat menjadi salah satu faktor yang menjaga likuiditas pasar modal tetap tinggi sehingga kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) sempat menembus rekor baru pada akhir pekan lalu (Jumat, 17/3). “Makro ekonomi bagus, rata-rata pertumbuhan perusahaan juga bagus sekitar 30 persen, itu yang menjaga likuiditas pasar modal kita tinggi,” ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat di Jakarta, Senin. Ia menambahkan bahwa di tengah fundamental ekonomi nasional yang positif juga turut memicu arus masuk dana asing ke pasar modal meningkat. Apalagi, tingkat imbal hasil investasi di pasar modal Indonesia cukup menggiurkan. Sepanjang tahun ini, kinerja IHSG mencatatkan pertumbuhan 4,60 persen. “Pertumbuhan pasar modal Indonesia menarik minat investor masuk,” katanya. Berdasarkan data BEI, IHSG mengalami penguatan sebesar 22,19 poin atau 0,40 persen menjadi 5.540,43 poin pada Jumat (17/3), yang merupakan level tertinggi sepanjang sejarah di industri pasar modal. Rekor penutupan IHSG sebelumnya terjadi pada 7 April 2015 di level 5.523,29 poin. Sementara itu, di sepanjang tahun 2017 ini investor asing telah membukukan beli bersih sebesar Rp4,288 triliun. Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Nurhaida mengatakan bahwa kinerja IHSG menunjukan kondisi ekonomi dan industri pasar modal domestik kondusif. “Pasar yang kondusif membuat demand dari investor meningkat, sehingga harga-harga menjadi bagus dan indeks BEI mencapai rekor baru. Jadi, pencapaian rekor indeks BEI karena banyak transaksi termasuk dari investor asing,” katanya. Ia mengharapkan bahwa industri pasar modal Indonesia dapat menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional dengan menyediakan pembiayaan pembangunan infrastruktur. “Pemerintah sedang membangun infrastruktur, dana dari Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2015-2019 membutuhkan dana yang luar biasa besar hampir Rp5.000 triliun, pasar modal bisa untuk involved,” ujarnya.
  • Ketiga indeks return pasar SBN bertahan positif pada penutupan perdagangan Senin. ICBI naik sebesar +0,5967poin (+0,27%) ke level 218,2290. Kinerja obligasi pemerintah (INDOBeXG-TR) turut menguat sebesar +0,6162poin (+0,29%) ke level 215,4236 dan kinerja obligasi korporasi (INDOBeXC-TR) menguat sebesar +0,4144poin (+0,18%) ke level 229,4860. Kurva IBPA-IGSYC (IBPA-Indonesia Government Securities Yield Curve) dominan bullish. Penurunan yield dipimpin oleh kelompok tenor menengah (5-7tahun) yakni sebesar –4,99bps. Kemudian diikuti oleh yield kelompok tenor panjang (8-30tahun) yang turun –2,23bps dan tenor pendek (1-4tahun) yang turun –0,16bps. Dengan demikian INDOBeXG-Effective Yield pada akhir perdagangan Senin turun ke level 7,3708 atau turun —0,0339poin. Seiring penguatan indeks, harga SUN seri benchmark turut menguat dengan rata-rata sebesar +31,27bps. Harga seri FR0072 menguat tertinggi sebesar +41,63bps. Sedangkan ketiga seri lainnya kompak menguat masing-masing sebesar: FR0074 (+35,96bps), FR0061 (+24,61bps), dan FR0059 (+22,88bps). Mayoritas harga SBN seri FR dan ORI tercatat menguat dengan rata-rata +18,09bps. Sehingga INDOBeXG-Clean Price tercatat menguat +0,2548poin ke level 113,7111. Aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder di hari Senin tampak meningkat dari sisi total frekuensi yakni sebesar +25,04% dari 687 kali menjadi 859 kali. Total volume perdagangan menurun –15,40% dari Rp18,89tn menjadi Rp15,98tn. Aktivitas transaksi SUN benchmark mengalami kenaikan frekuensi sebesar +49,81% dari 259 kali menjadi 388 kali. Sedangkan volume transaksi SUN benchmark meningkat +15,56% dari Rp5,57tn menjadi Rp6,44tn. Seri teraktif dicatatkan oleh FR0072 dengan frekuensi perdagangan 142 kali dan volume Rp1,88tn. Sementara FR0061 menjadi yang tersolid dengan volume Rp1,96tn. Mengawali pekan, pasar obligasi terus menunjukkan kinerja positif. Ditengah belum adanya sentimen lanjutan yang sanggup menggerakkan pasar, penguatan pasar diperkirakan karena faktor trading pelaku pasar dengan kecenderungan aksi beli. Tercermin dari 43 seri FR dan ORI yang diperdagangkan, 32 seri fixed rate kompak mencatatkan penguatan harga sedangkan para investor tampak melakukan profit taking pada seluruh seri ORI. Ekspektasi risiko di pasar SBN juga masih terjaga dengan mencatatkan penyempitan spread yield SUN tenor 2 dan 10-tahun sebesar –5,20bps ke level 86,05bps. Kondisi tersebut diprediksi lebih ditopang oleh masih stabilnya pergerakan Rupiah terhadap USD hingga penutupan kemarin. Rupiah menguat 31,00poin ke level Rp13.314/US$ dari sebelumnya di level Rp13.345/US$ pada perdagangan Jumat pekan lalu (Bloomberg). Namun demikian, pasar tampak dibayangi beberapa tekanan dari global yang sewaktu-waktu dapat menahan laju pasar SBN seperti isu brexit dan kepastian reformasi perpajakan Presiden Trump. Pada perdagangan hari ini pasar obligasi domestik diprediksi masih melanjutkan tren penguatan walaupun belum ada sentimen lanjutan yang menjadi pemicu pasar. Sentimen positif diperkirakan masih berasal dari stabilnya pergerakan Rupiah yang pagi ini dibuka menguat di level Rp13.312/US$ dan dana asing yang terus masuk ke pasar SBN sejak seminggu terakhir.
  • Bank Indonesia (BI) pada akhir Maret 2017 ini berjanji akan menerbitkan peraturan Bank Indonesia (PBI) mengenai National Payment Gateway (NPG). Sebelumnya BI menargetkan aturan mengenai NPG ini bisa terbit pada akhir April 2017. Sugeng, Deputi Gubernur BI mengatakan, nantinya dalam dalam aturan ini akan termuat tiga poin terkait NPG. Pertama adalah penyamaan standar dari sistem NPG. Kedua adalah terkait pembentukan perusahaan atau switching. “Ketiga adalah penyamaan layanan dalam integrasi NPG ini,” ujar Sugeng, ketika ditemui setelah acara penandatanganan perjanjian dengan KPEI, Senin (20/3). Seiring dengan keluarnya PBI mengenai NPG ini maka peran switching domestik akan didorong agar lebih aktif dalam melakukan transaksi. Berdasarkan roadmap NPG pada Maret 2017 rencananya akan dilakukan integrasi debit ATM. Sedangkan pada Juni 2017 berdasarkan roadmap BI akan dilakukan integrasi uang elektronik. Untuk integrasi uang elektronik, rencananya pada April 2017 akan dilakukan uji coba integrasi uang elektronik oleh empat bank besar yaitu Bank Mandiri, BNI, BCA dan BRI.
  • Indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Indonesia dibuka menguat 7,05 poin, Selasa, di tengah sentimen dari dalam negeri yang cukup kondusif. IHSG BEI dibuka naik 7,05 poin atau 0,13 persen menjadi 5.541,04 poin, sadangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak menguat 1,77 poin (0,19 persen) menjadi 923,09 poin. “Faktor dalam negeri yang terbilang positif menjaga pergerakan IHSG untuk kembali bergerak di area positif,” kata Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere di Jakarta. Ia mengemukakan bahwa kinerja perekonomian Indonesia pada 2016 yang terbilang bagus memberikan kepercayaan bagi pelaku pasar untuk menempatkan investasinya di pasar modal domestik. Sementara pada 2017, menurut dia, yang bisa mendorong IHSG ke posisi lebih baik yakni potensi Indonesia mendapatkan peringkat layak investasi oleh Standard & Poors (S&P). “Saat ini mulai muncul optimisme yang tinggi dari pelaku pasar bahwa Indonesia akan mendapatkan peringkat investment grade oleh S&P,” katanya. Ia mengharapkan membaiknya perekonomian Indonesia pada tahun ini mendapat dukungan dari kinerja ekonomi global. Indonesia bersama negara ekonomi maju di G-20 berjanji memperkuat pertumbuhan dan resiliensi ekonomi global melalui sinergi kebijakan moneter, fiskal dan reformasi struktural. Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng menguat 43,33 poin (0,18 persen) ke level 24.545,32, indeks Nikkei turun 55,95 poin (0,29 persen) ke level 19.465,64, dan Straits Times melemah 1,26 poin (0,04 persen) posisi 3.165,20.
  • Nilai tukar rupiah dalam transaksi antarbank di Jakarta pada Selasa pagi menguat 24 poin menjadi Rp13.290 per dolar AS. “Rupiah menguat terdorong tren pelemahan dolar AS di pasar global,” kata Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta. Aliran dana yang masuk ke pasar dari surat utang negara (SUN), menurut dia, juga masih cukup kuat sehingga menopang nilai rupiah terhadap dolar AS. “Walaupun belum ada konfirmasi resmi dari lembaga pemeringkat Standard & Poor’s (S&P), harapan kenaikan peringkat utang menjadi layak investasi saat ini sangat kuat, sehingga meningkatkan daya tarik aset berdenominasi rupiah,” katanya. Optimisme itu, ia menjelaskan, membuka ruang penguatan rupiah meski harga komoditas yang cenderung terganggu oleh harga minyak mentah dunia, yang di bawah level 50 dolar AS per barel, membayangi. Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan pemerintah Amerika Serikat dalam pertemuan G-20 tetap kukuh dengan kebijakan proteksionisme, dan itu direspons negatif oleh pelaku pasar karena dinilai akan menghambat laju ekonomi Amerika Serikat. “Pergerakan dolar AS cenderung melemah setelah pertemuan G-20 tersebut. Tentu saja kondisi tersebut membuat rupiah untuk kembali menguat,” katanya. Namun menurut dia potensi rupiah melanjutkan penguatan masih terbuka karena fundamental ekonomi domestik masih cukup kuat, dan Bank Indonesia masih optimistis dengan pertumbuhan ekonomi nasional tahun ini.
  • Bank Sentral Amerika Serikat Federal Reserve (the Fed) telah memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuannya secara 25 basis poin. Kenaikan suku bunga the Fed ini pun direspon oleh BI dengan menahan suku bunga acuannya pada level 4,75%. Hal ini pun ditanggapi secara positif oleh pasar. Keadaan ini pun terlihat dari menguatnya Indeks Harga Saham gabungan dan Nilai Tukar Rupiah. “Dengan harga saham yang tinggi itu menjadi pertumbuhan di market yang cukup signifikan karena dengan harga yang baik berarti market banyak peminat terhadap saham,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan Nurhaida di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Senin (20/3/2017). Terdapat beberapa hal yang menyebabkan tingginya IHSG dan nilai tukar Rupiah. Salah satunya adalah karena tingginya permintaan investor pada instrumen investasi di Indonesia. “Demand tinggi. Kondisi domestik cukup stabil. Harga itu dipengaruhi oleh 2 sisi, ada domestik dan global. Mulai ada perbaikan secara global. AS tumbuh baik. Permintaan pada modal meningkat,” jelasnya. Hanya saja, keadaan ini diharapkan tidak terjadi dalam waktu singkat. Kepercayaan investor kepada pasar Indonesia pun diharapkan dapat meningkat dalam jangka panjang. “Dan yang perlu jaga jangan hanya sementara. Kita harus maintenance dengan confidenceyang tinggi,” tutupnya.

EKONOMI GLOBAL

  • Bursa Asia berkonsolidasi di sekitar level tertinggi dalam 15 bulan terakhir pada perdagangan pagi Selasa (21/3). Dollar AS juga menunjukkan penguatan tipis namun masih tertekan oleh langkah bank sentral AS Federal Reserve yang tak seagresif perkiraan pasar. Di awal perdagangan, MSCI Asia-Pasifik di luar Jepang naik tipis 0,1%. Sementara Indeks Kospi di Korea Selatan menyentuh level tertinggi dua tahun terakhir dengan lompatan 0,82% pagi ini. Indeks Nikkei 225 di Jepang terkoreksi 0,8% tertekan saham-saham berorientasi ekspor akibat penguatan yen. Bursa ASX 200 di Australia juga terkoreksi 0,22% pagi ini.Meski saham-saham di Asia ditopang oleh prospek pertumbuhan ekonomi, investor khawatir dengan kebijakan proteksionisme perdagangan AS yang mulai diterima oleh negara-negara perekonomian besar dunia lainnya. Sementara itu, AS belum menunjukkan tanda-tanda segera membahas reformasi pajak yang didengungkan Presiden Donald Trump. Hal ini mendorong pelemahan bursa AS pada perdagangan kemarin. Di sisi lain, pasar menilai bank sentral AS Federal Reserve tidak akan dapat mengekang lonjakan inflasi pemerintahan Trump jika hanya menaikkan bunga dua kali lagi pada tahun ini. “Valuasi pasar AS semakin mahal, jadi penguatan akan terbatas. Saham-saham di Jepang juga tampaknya tidak akan mendapat banyak keuntungan,” kata Tatsushi Maeno, Senior Strategist di Okasan Asset Management.
  • Perdana Menteri Britania Raya Theresa May akan menyerahkan surat perceraian dengan Uni Eropa tangga 29 Maret mendatang. Ini akan menjadi awal dari masa negosiasi dua tahun proses BrexitLebih dari 40 tahun Inggris berada di bawah bendera UE. Perwakilan Inggris untuk Uni Eropa Tim Barrow pada Senin (20/3) sudah menjelaskan pada Presiden UE Donald Tusk bahwa Inggris akan menggugat keanggotaan lewan Artikel 50 Traktat Lisbon lewat surat resmi Brexit tersebut. Pertaruhan Inggris besar. Misalnya, tanpa UE, apakah Inggris masih memiliki kekuasaan yang sama terkait keimigrasian atau pembuatan undang-undang tanpa mengganggu London sebagai salah satu pusat keuangan dunia. Negosiasi ini tidak akan mudah karena UE akan menggunakan semua cara untuk melindungi stabilitas ekonomi dan politik 27 negara setelah Inggris keluar. Perdana Menteri May berpacu dengan waktu. Di akhir 2018, dia sudah harus menyegel kesepakatan terbaik bagi perdagangan kedua kawasan. Jika tidak, Inggris akan terkena tarif perdagangan mahal dengan mitra dagang terbesarnya. Pimpinan UE menyebut akan merespon dalam dua hari setelah May melayangkan nota Brexit akhir Maret nanti. Namun, UE akan menunggu sampai May memiliki hak penuh memimpin Inggris Juni nanti. Proses negosiasi kemungkinan terhambat akibat pemilu Jerman September mendatang.
  • Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih tinggi pada Senin (Selasa pagi WIB), karena investor terus mempersiapkan posisi mereka menjelang Inggris keluar dari Uni Eropa. Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman April naik 3,8 dolar AS, atau 0,31 persen, menjadi menetap di 1.234,00 dolar per ounce. Fokus pasar pada Senin (20/3) terutama pada melemahnya dolar AS di awal sesi perdagangan, tetapi pada pukul 17.00 GMT dolar AS telah kembali posisinya dan positif, di mana titik fokus beralih ke potensi ketidakstabilan geopolitik yang dipicu oleh Brexit. Investor juga hati-hati memantau komentar para pejabat Fed karena pasar terus bereaksi terhadap pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) minggu lalu. Banyak yang percaya Fed akan menaikkan suku bunga dari 1,00 ke 1,25 selama pertemuan FOMC Juni. Menurut alat Fedwatch CME Group, probabilitas tersirat saat ini untuk menaikkan suku bunga dari 1,00 ke 1,25 mencapai enam persen pada pertemuan Mei dan 52 persen untuk pertemuan Juni, bersama dengan peluang kenaikan tiga persen ke tingkat 1,5. Emas diletakkan di bawah tekanan karena Indeks Dolar AS naik 0,02 persen menjadi 100,34 pada pukul 17.10 GMT. Indeks adalah ukuran dari dolar terhadap sekeranjang mata uang utama. Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar naik maka emas berjangka akan jatuh karena emas yang diukur dengan dolar menjadi lebih mahal bagi investor. Dow Jones Industrial Average AS naik 20,51 poin atau 0,1 persen pada pukul 17.10 GMT. Analis mencatat bahwa ketika ekuitas membukukan kerugian maka logam mulia biasanya naik, karena investor mencari tempat yang aman. Sebaliknya, ketika ekuitas AS membukukan keuntungan maka logam mulia biasanya turun. Para pedagang juga sedang menunggu rilis beberapa laporan ekonomi. Tidak ada data ekonomi utama yang dijadwalkan akan dirilis pada Selasa, laporan penjualan “existing home” ada pada Rabu (22/3), klaim mingguan pengangguran dan penjualan rumah baru pada Kamis (23/3), pesanan barang tahan lama dan PMI komposit pada Jumat (24/3). Perak untuk pengiriman Mei naik 2,5 sen, atau 0,14 persen, menjadi ditutup pada 17,438 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April naik 9,4 dolar AS, atau 0,98 persen, menjadi ditutup pada 972,40 dolar AS per ounce.
  • Kurs dolar AS berakhir lebih tinggi terhadap sebagian besar mata uang utama pada Senin (Selasa pagi WIB), karena para investor mencerna pernyataan terbaru dari para pejabat Federal Reserve. Presiden Fed Philadelphia Patrick Harker mengatakan pada Senin (20/3) bahwa ia tidak bisa mengesampingkan lebih dari tiga kenaikan suku bunga tahun ini. Presiden Fed Chicago Charles Evans juga mengatakan pada hari yang sama bahwa “Jika prospek pertumbuhan menguat dan saya lebih percaya bahwa inflasi akan naik, tiga (kenaikan suku bunga) untuk sepanjang tahun ini masuk akal.” “Ini bisa menjadi tiga, bisa jadi dua, dan itu bisa menjadi empat (kenaikan suku bunga) jika itu benar-benar meningkat,” tambahnya. Kata-kata “hawkish” oleh para pembuat kebijakan The Fed mendorong greenback menguat pada Senin (20/3). Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,08 persen menjadi 100,380 pada akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan New York, euro jatuh menjadi 1,0736 dolar AS dari 1,0752 dolar AS di sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,2347 dolar AS dari 1,2397 dolar AS di sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi 0,7733 dolar AS dari 0,7713 dolar AS. Dolar AS dibeli 112,57 yen Jepang, lebih rendah dari 112,62 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9985 franc Swiss dari 0,9964 franc Swiss, dan naik tipis menjadi 1,3356 dolar Kanada dari 1,3332 dolar Kanada.
  • Saham-saham di Wall Street berakhir bervariasi pada Senin (Selasa pagi WIB), setelah terombang-ambing antara keuntungan dan kerugian kecil, karena investor mempertimbangkan komentar dari beberapa pejabat Federal Reserve AS. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 8,76 poin atau 0,04 persen menjadi ditutup pada 20.905,86 poin. Sementara indeks S&P 500 kehilangan 4,78 poin atau 0,20 persen menjadi berakhir di 2.373,47 poin, dan indeks komposit Nasdaq naik tipis 0,53 poin atau 0,01 persen menjadi 5.901,53 poin. Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari mengatakan pada Senin (20/3) bahwa ia memilih menentang kenaikan suku bunga pekan lalu karena ia ingin melihat inflasi lebih lanjut di AS. Sementara itu, Presiden Fed Philadelphia Patrick Harker mengatakan bahwa (kenaikan suku bunga) tidak apa-apa jika inflasi melampaui target The Fed ketika pasar tenaga kerja mengetat. Presiden Fed Chicago Charles Evans mengatakan bahwa bank sentral akan menunggu sampai Juni untuk memutuskan kenaikan suku bunga berikutnya. Para investor terus memantau pernyataan-pernyataan para pejabat The Fed untuk lebih banyak pentunjuk tentang apa yang The Fed akan lakukan selanjutnya. Bank sentral AS pekan lalu menaikkan suku bunga untuk ketiga kalinya sejak krisis keuangan global 2008, karena penguatan pasar kerja dan inflasi naik menuju target The Fed. Di luar negeri, ekuitas Eropa juga berakhir bervariasi pada Senin (20/3) setelah pertemuan para menteri keuangan G20 selama akhir pekan. Indeks acuan DAX-30 Jerman di Bursa Efek Frankfurt beringsut turun 0,35 persen, sedangkan indeks acuan FTSE-100 Inggris naik 0,07 persen. Di Asia, pasar saham Tiongkok berfluktuasi dan berjuang untuk berakhir di wilayah positif pada Senin (20/3), dengan indeks komposit Shanghai naik 0,41 persen menjadi 3.250,81 poin.
  • Harga minyak dunia berakhir lebih rendah pada Senin (Selasa pagi WIB), setelah peningkatan jumlah rig AS yang beroperasi memicu kekhawatiran pasar tentang kelebihan pasokan global. Rig AS yang diklasifikasikan sebagai pengeboran minyak naik 14 rig pada minggu lalu menjadi 631 rig, tingkat tertinggi sejak September 2015, perusahaan jasa ladang minyak Baker Hughes melaporkan pada Jumat (17/3). Para analis mengatakan harga minyak berada di bawah tekanan, karena meningkatnya produksi juga menekan pengurangan produksi oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya. Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April berkurang 0,56 dolar AS menjadi menetap di 48,22 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara itu, patokan global, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Mei, turun 0,14 dolar AS menjadi ditutup pada 51,62 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.
  • Bursa saham Eropa ditutup melemah tipis pada perdagangan Senin (20/3/2017), terbebani oleh penurunan saham minyak dan gas serta perbankan. Indeks Stoxx Europe 600 ditutup melemah 0,17% atau 0,64 poin ke level 377,68 setelah bergerak pada kisaran 377,15 – 378,41. Sektor energi mencatat kerugian terbesar dan melemah untuk pertama kalinya sejak empat hari terakhir menyusul pelemahan harga minyak mentah. Sementara itu, Deutsche Bank AG turun 3,7% ke level terendah tahun ini setelah menyatakan akan mencari dana hingga 8 miliar euro dengan divestasi saham. Indeks Stoxx menguat pekan lalu, didorong oleh bantuan investor atas kekalahan partai populis dalam pemilu Belanda dan keputusan Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga sambil memberikan sinyal dovish terhadap perkiraan kenaikan lanjutan. Analis Credit Suisse Group AG, Andrew Garthwaite mengatakan minat investor lebih condong pada saham dibanding obligasi, dan hanya terlihat sedikit kesempatan koreksi saham pada semester kedua tahun ini.
  • Perusahaan telekomunikasi India terbesar kedua dan ketiga, Vodafone dan Idea Cellular sah menandatangani kesepakatan merger hari ini, Senin (20/3). Kesepakatan ini disebut akan mengakhiri perang tarif telko di India. Penyatuan Vodafone yang berinduk ke Inggris dan Idea akan menyatukan 400 juta pelanggan. Dengan menguasai pangsa pasar 40%, perusahaan baru hasil merger tersebut akan melangkahi penguasa pasar sebelumnya, Bharti Airtel. Perang tarif di India dimulai pekan lalu setelah peluncuran layanan 4G dari perusahaan Reliance Jio Infocomm, yang dibekingi taipan Mukesh Ambani. Perusahaan ni menawarkan tarif telepon dan paket data gratis pada pelanggan sampai berbulan-bulan, sejak September yang diperpanjang sampai Maret 2017. Persaingan tak bisa dihindari. Bharti, Vodafone, dan Idea harus memangkas harga. Idea malah sudah mencatat rugi INR 3,8 miliar pada kuartal IV-2016, berbanding laba INR 915 juta di kuartal sebelumnya. “Kami akan saling melengkapi,” kata Chief Executive Vodafone, Vittorio Colao, dikutip Reuters, Senin (20/3). Penyatuan dua perusahaan ini ditargetkan rampung tahun 2018. Di perusahaan baru nanti, Vodafone akan menggenggam 45,1%. Sedangkan Aditya Birla Group, pemegang saham mayoritas Idea akan mengempit 26%. Sedangkan 28,9% lainnya akan dimiliki pemegang saham lain. The Independent mengatakan, Axiata juga akan menjual saham Idea dalam proses ini. AmBank dari Malaysia menyambut baik langkah Axiata, lantaran mempertimbangkan Idea kemungkinan masih menanggung rugi sampai 2018 mendatang.
  • Majalah Forbes mencatat, jumlah miliarder di dunia melonjak 13% menjadi 2.043 dari 1.810 tahun lalu. Ini merupakan pertama kalinya ada lebih dari 2.000 orang yang masuk dalam daftar ini. Total kekayaan bersih mereka naik 18% dan mencatat rekor dengan total USD7,67 triliun. Perubahan jumlah miliarder sebanyak 233 orang, ini adalah yang terbesar dalam 31 tahun sejak Forbes melacak miliarder global. Bill Gates adalah nomor satu terkaya untuk tahun keempat berturut-turut, dan orang terkaya di dunia selama 18 dari 23 tahun terakhir. Dia memiliki kekayaan USD86 miliar naik dari sebelumnya USD75 miliar. Ada 195 pendatang baru dalam daftar ini. Pertumbuhan miliarder China tercatat paling banyak, dengan 76 orang kaya baru. Di tempat kedua Amerika masih mendominasi dengan 25 orang kaya baru. Ada 56 miliarder berusia di bawah 40, angka ini turun dari posisi sebelumnya 66 orang tahun lalu, setelah beberapa sudah tidak lagi berusia 40 tahun dan yang lainnya turun di bawah USD1 miliar. Miliarder Amerika tercatat paling banyak, dengan 565 miliarder, naik dari 540 tahun lalu. China menyusul dengan 319 miliarder (Hong Kong memiliki 67 orang dan Macau 1 orang). Jerman berada di tempat ketiga dengan 114 miliarder dan selanjutnya adalah India dengan 101 miliarder.
  • Potensi untuk bentrokan antara dua negara besar ekonomi dunia: Amerika Serikat dan Republik Rakyat China memang santer dibicarakan. Namun, kedua pihak juga kerap melontarkan pentingnya kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan. Terkait hal terakhir, China lantas memanfaatkan kunjungan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Rex Tillerson ke Beijing pada awal pekan ini. Senin (20/3/2017), Tillerson mengatakan kepada Menlu RRC Wang Yi bahwa kedua negara perlu bekerja sama lebih erat dan saling koordinasi dalam menghadapi situasi internasional yang berubah. Untuk itu, kedua negara ingin mengintensifkan kerja sama ekonomi AS-China seperti yang disampaikan Menteri Keuangan RRC Xio Jie dan Menkeu AS Steven Mnuchin saat bertemu di sela-sela KTT tingkat Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral anggota G-20 di Jerman pada Sabtu kemarin. AS dan China optimistis kerja sama ekonomi ini tidak hanya penting bagi kedua negara, juga bagi pertumbuhan ekonomi dunia. Apalagi Perdana Menteri China Li Keqiang mengatakan negaranya tidak ingin terjadi perang dagang dengan AS. “China tidak ingin terjadi perang dagang dan jika ada perang dagang, perusahaan-perusahaan AS justru akan kehilangan pasar,” katanya. Menurut Negeri Tirai Bambu friksi perdagangan tidak akan memenangkan salah satu negara, bahkan yang terjadi bisa merusak hubungan erat yang sudah terjalin selama hampir 40 tahun. Data resmi Pemerintah China menunjukkan perdagangan bilateral dengan AS telah meningkat 200 kali lipat, dari USD2,5 miliar pada 1979 menjadi USD519,6 miliar pada tahun 2016. Untuk menjaga kerja sama perdagangan yang saling menguntungkan, China akan melanjutkan China Development Forum 2017. Adapun bekas Menteri Luar Negeri AS Henry Paulson menambahkan bahwa kedua negara telah mendapat banyak manfaat dari hubungan perdagangan yang telah mencapai angka lebih dari USD500 miliar. Bahkan, sambung Paulson, selama 10 tahun belakangan, ekspor AS ke China naik signifikan dengan rata-rata 11% per tahun. Sementara impor dari China rata-rata mencapai 6% setiap tahun. Meski demikian, Pemerintah China menyatakan ingin mencari solusi atas kebijakan administrasi Presiden AS Donald Trump, yang kerap mengkritik mereka. China menyatakan keberatan dengan rencana kebijakan Trump yang ingin menerapkan tarif lebih tinggi kepada produk-produk China yang masuk ke AS. Senin (20/3/2017), salah satu penasihat kebijakan Pemerintah China yang enggan disebut namanya, berpendapat bahwa negaranya tidak ingin membalas retorika Trump. “Masih ada ruang bagi kedua belah pihak untuk menyelesaikan masalah melalui kerja sama dan konsultasi, bukan menjawabnya (Trump) dengan pembalasan,” ujarnya. Untuk mencari solusi atas kebijakan Trump, rencananya Presiden RRC Xi Jinping akan bertemu dengan Donald Trump membahas masa depan perdagangan kedua negara. Diantaranya China ingin meningkatkan investasi di AS untuk membantu Trump menciptakan banyak lapangan kerja. Dan China bersedia juga meningkatkan impor dari AS. Adapun menurut laporan Oxford Economics, perdagangan bilateral antara AS dan China bisa menciptakan 2,6 juta lapangan kerja dan berkontribusi hingga USD216 miliar bagi pertumbuhan ekonomi di AS pada tahun 2015. Dan perdagangan bilateral ini kata Menteri Perdagangan China Zhong Shan adalah satu-satunya pilihan yang tepat. “Perang dagang tidak membawa apa-apa selain kerugian. Kerja sama justru satu-satunya pilihan yang tepat. AS dan China harus saling meningkatkan kerja sama dan mengelola setiap perbedaan,” tandas Zhong. Dan hubungan ini, bisa membantu pemulihan perekonomian dunia.

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.