Bank Jateng Kucurkan Pinjaman Rp200 Miliar untuk Sragen

SEMARANG–Bank Jateng mengucurkan pinjaman kepada Kabupaten Sragen senilai Rp200 miliar. Pinjaman ini direalisasikan setelah Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati yang mewakili Pemkab Sragen menandatangani perjanjian kredit dengan Bank Jateng di Kantor Pusat Bank Jateng, Semarang, Jumat (4/5).

Direktur Utama Bank Jateng, Supriyatno, mengatakan kucuran kredit tersebut sebagai bentuk komitmen untuk mendukung pembangunan infrastruktur di Jawa Tengah, khususnya di Kabupaten Sragen. Pinjaman Bank Jateng kepada Pemerintah Daerah ini selaras dengan program pemerintah pusat yang telah mencanangkan program percepatan pembangunan infrastruktur.

Kebijakan itu berdampak pada meningkatnya kebutuhan belanja modal pembangunan infrastruktur dan sarana prasarana. Disisi lain anggaran pemerintah daerah terbatas, oleh karena itu, Bank Jateng mengambil peran sebagai pemberi modal agar percepatan pembangunan infrastruktur dapat terwujud.

Dia mengatakan Bank Jateng akan terus aktif menyalurkan pinjaman kepada pemerintah daerah untuk mendongkrak pembangunan infrastruktur. Diharapkan hal itu dapat mendukung pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah.

Kucuran pinjaman ini juga diharapkan memunculkan potensi ekonomi yang signifikan, bermanfaat dan dapat menjadi peluang bagi Bank Jateng untuk berperan didalamnya.

“Kredit pemerintah daerah tidak hanya untuk pembangunan infrastruktur namun juga dapat dipergunakan untuk membiayai investasi prasarana yang menghasilkan pendapatan APBD dan memberikan manfaat ekonomi dan sosial,” katanya seusai penandatanganan perjanjian kredit
dengan Pemkab Sragen, Jumat.

Dia berharap pinjaman dana tersebut bisa digunakan secara maksimal oleh Pemkab Sragen. Kehadiran insfrastuktur yang akan dibangun juga bisa bermanfaat untuk masyarakat.

Dia mengatakan selain Sragen juga ada Pemerintah kabupaten lain yang mengajukan kredit pinjaman kepada Bank Jateng. Bank Jateng membuka diri bagi kabupaten lain di Jawa Tengah yang ingin mengajukan kredit.

Bahkan Bank Jateng juga siap memberikan pinjaman bagi kabupaten lain di Jawa Tengah. Sebelumnya, Bank Jateng juga telah dipercaya oleh Bank Sultra untuk bersama-sama memberikan kredit Pemda kepada salah satu kabupaten di Sulawesi.

Direktur Bisnis Korporasi dan Komersil Bank Jateng, Pujiono, mengatakan kredit Pemda yang digunakan untuk pembangunan infrastruktur ini diharapkan bisa memunculkan potensi ekonomi di daerah. “Akses barang dan jasa dari daerah yang terisolasi yang sebenarnya memiliki potensi tinggi tapi terkendala transportasi diharapkan bisa betul-betul menghidupkan ekonomi daerah. Kesejahteraan masyarakat di daerah juga meningkat,” katanya.

Selain Sragen, menurutnya sudah ada beberapa pemda lain yang mendapatkan kredit pinjaman. Daerah tersebut di antaranya Kudus, Klaten, Temanggung, dan Purwodadi.

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, mengatakan fasilitas pinjaman tersebut diperuntukkan untuk pembangunan 72 fasilitas infrastruktur di Kabupaten Sragen. Fasilitas infrastruktur itu yakni pembangunan tiga jembatan, 13 talud dan gorong-gorong serta 56 proyek peningkatan ruas jalan.

Dalam kesempatan itu Yuni menyampaikan alasan kenapa Pemkab Sragen berhutang kepada Bank Jateng. “Kenapa kami berhutang? Karena untuk pembangunan itu membutuhkan dana yang tidak sedikit dan pembangunannya harus diselesaikan pada masa pemerintah ini. Kami fokus untuk mewujudkan visi misi. Dua tahun kepemimpinan kami infrastruktur menjadi target utama. Tanpa bantuan pinjaman dana ini kami tidak bisa mengejar pembangunan dengan cepat,” urainya.

Yuni juga mendukung transparansi dana yang dikelola Pemkab ini. Pinjaman Sragen senilai Rp 200 miliar ini harus dilunasi dengan tenor selama tiga tahun sejak penandatanganan Perjanjian kredit. (*)