Bank Jateng, BPD Pertama Salurkan Gaji PNS

JAKARTA, suaramerdeka.com – Direktorat Jenderal Perbendaharaan Negara Kementerian Keuangan bekerjasama dengan Bank Jateng untuk menyalurkan gaji PNS, TNI, dan Polri di wilayah Jawa Tengah. Penyaluran gaji akan mulai berlaku pada Mei 2017.

Adapun jumlah pegawai yang dilayani penyaluran gajinya melalui Bank Jateng sebanyak 5.689 pegawai yang berasal dari 106 satuan kerja di 10 KPPN lingkup Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Tengah.

Dirjen Perbendaharaan Kemenkeu Marwanto menyatakan kerjasama tersebut menetapkan BPD kedua terbesar itu sebagai Bank Operasional II.

“BO II layanan berkaitan dengan penyaluran gaji PNS TNI Polri. Ini telah melalui proses cukup panjang. Kemenkeu sedang bangun sistem dimana akan mengoneksikan kami sebagai bendahara negara dengan bank baik konvensional maupun syariah, yang menyalurkan gaji,” katanya di Kantor Ditjen Perbendaharaan Negara Kemenkeu, Selasa (25/4).

Menurutnya, penunjukan Bank Jateng sebagai BO II sudah teruji secara sistem teknologi informasi. “Salah satu syarat bank BO II bank tersebut sudah memiliki Teknologi Informasi jadi bisa host to host dengan sistem yang dibangun di Kemenkeu. Karena proses penyaluran dana secara otomatis disalurkan dari kas negara,” jelas Marwanto.

Dia menilai tujuan kerjasama penyaluran gaji adalah memastikan proses tersebut tidak melalui tangan orang melainkan melalui sistem teknologi informasi secara elektronik. Langkah ini dinilai lebih efisien dalam meningkatkan pelayanan dan akuntabilitas.

Direktur Utama Bank Jateng Supriyatno menyatakan penunjukan Bank Jateng sebagai penyalur gaji PNS merupakan kebanggaan tersendiri. “Ini kebanggaan buat kami karena proses penilaiannya cukup panjang baik pelayanan maupun sistem teknologinya sendiri. Apalagi belum semua BPD dapat privilege ini,” ungkapnya.

Dia menambahkan penyaluran gaji PNS TNI Polri ini berasal dari APBN bukan APBD. “Saat ini nasabah yang eksistin adalah 6.500 orang. Tapi kebutuhan PNS di daerah yang di drop dari pusat kan terus berkembang,” ujarnya.

Direktur Operasional dan Unit Usaha Syariah Bank Jateng Hanawijaya menilai hal itu cukup potensial bagi Bank Jateng mengingat jumlah PNS di Jawa Tengah menempati posisi ketiga secara nasional. Langkah kerjasama ini diharapkan dapat memacu peran BPD dalam pembangunan secara nasional.

“Ini pertama kalinya BPD ditunjuk sebagai bank penyalur gaji, sebelumnya hanya bank milik negara saja yang mempunyai cabang-cabang di setiap daerah,” tambahnya.

Hanawijaya menegaskan dengan ditunjuknya Bank Jateng sebagai Bank Penyalur BO II, maka PNS Pemerintah Pusat/TNI-Polri yang ditempatkan di Jawa Tengah dapat mengambil gajinya di seluruh kantor Bank Jateng termasuk di cabang-cabang syariah. Bank Jateng juga melayani PNS, TNI/Polri yang ingin membuka rekening syariah di cabang-cabang syariah Bank Jateng.

Selain sebagai Bank Operasional II, kemitraan antara Bank Jateng dan Kemenkeu antara lain Bank Jateng sebagai Bank Persepsi yang telah mengimplementasikan MPNGZ dengan channel Teller dan ATM berdasarkan keputusan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor. KEP368/PB/2015 dan telah ditandatangani Perjanjian Kerja sama sebagai Bank Persepsi: Nomor: PRJ-176 PB 2015 tanggal 31 Desember 2015 10460/HT.01.04/DT/2015.

Bank Jateng menjadi Bank Umum yang menjadi mitra pemerintah dalam pengelolaan rekening milik kementerian negra /lembaga/satuan kerja tahun 2017. Bank Jateng juga ditunjuk sebagai Bank Umum pengelola rekening Treasury National Pooling.

(Kartika Runiasari/CN39/SM Network)

http://berita.suaramerdeka.com/bank-jateng-bpd-pertama-salurkan-gaji-pns/