Bank Jateng Bidik Pertumbuhan Kredit & DPK di Atas 15 %

Kudus – Dalam rangka memperingati HUT Bank Jateng Kudus Ke-54, berbagai acara diselenggarakan olehnya. Salah satunya menyelenggarakan Donor Darah yang bekerja sama dengan PMI Cab Kudus Senin (3/4) pagi ini.

Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah Supriyatno mengatakan untuk menopang pertumbuhan penyaluran kredit pihaknya sangat berharap pada produk Kredit Usaha Produktif )KUP), Kredit Mitra Jateng25 serta program pemerintah Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga harus di atas 15 %. KUP dalam tiga tahun ini kami melonjak hampir dua kali lipat, KUR tahun lalu batasannya Rp500 miliar kalau bisa akan minta tambah pada 2017 untuk Kredit Mitra Jateng25 berharap akhir 2017 meningkat paling tidak  dua kali lipat dari Rp200 miliar,” katanya, Jumat (31/3/2017).

Adapun untuk dana pihak ketiga pihaknya berharap produk tabungan dan deposito bisa lebih optimal tahun ini. Oleh karena itu, pihaknya akan gencar menambah jaringan. Tahun ini Bank Jateng akan menambah menjadi 1.000 titik layanan Laku Pandai dari saat ini yang hanya 522 titik.

Laku Pandai merupakan layanan dari Bank Jateng melalui agen-agen yang langsung berinteraksi dengan calon nasabah. Selain itu, pihaknya pun akan menambah kantor cabang hingga sekitar 700 unit dari yang saat ini hanya 603 unit. Menurutnya, Bank Jateng akan hadir di setiap kecamatan di provinsi tersebut.

Ditanyai terkait target laba pada 2017, Supriyatno menyebut pihaknya menargetkan pertumbuhan di kisaran 10 % hingga 15 %. Pada 2016 laba Bank Jateng sebelum pajak mencapai Rp1,3 triliun dengan laba bersih mencapai Rp980 miliar.

Pada 2015 capaian laba Bank Jateng sebelum dipotong pajak Rp1,1 triliun dengan laba bersih sekitar Rp800 miliar. Terkait pencapaian laba bersih tahun lalu, Supriyatno mengatakan pihaknya membagikan dividen hingga 50,75 % atau di atas anjuran Otoritas Jasa Keuangan yang sekitar 30 %.

“Untuk dividen tahun lalu memang sesuai target yaitu 50,75 % karena kami melihat PAD pemprov masih perlu dibantu. Sisanya untuk cadangan umum dan penguatan pemodalan kami,” ujarnya.

Sementara itu, terkait nilai asset Bank Jateng hingga 2016 mencapai Rp51,25 triliun, naik sekitar 25 % dari 2015 sebesar Rp40,92 triliun. Menurut dia, jumlah tersebut kedua terbesar untuk bank pembangunan daerah setelah BJB. Pihaknya menargetkan, tiga tahun ke depan Bank Jateng menjadi bank pembangunan daerah dengan asset terbesar di Indonesia.

Oleh karena itu, lanjut dia, pertumbuhan tahun ini menentukan langkah dua tahun ke depan sehingga pihaknya akan lebih agresif. Ditanyai terkait rencana untuk sepenuhnya menjadi perusahaan publik, pihaknya berharap dalam dua tahun ke depan situasinya memungkinkan sebgai langkah penguatan modal.