Bank Jateng Berikan Pinjaman Usaha dengan Suku Bunga Rendah

RENDENG – Beberapa orang terlihat sedang duduk sambil menunggu antrean teller di Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jateng Cabang Kudus. Tepat di lantai dua bank tersebut, tampak seorang pria mengenakan kemeja lengan panjang warna putih  sedang duduk sambil berbincang dengan calon nasabah. Pria itu tak lain Dhany Adi Wicaksono (33), Kepala Seksi (Kasi) Analis Kredit Bank Jateng Kudus. Di sela-sela aktivitas melayani masyarakat yang hendak melakukan pinjaman, Dhany, begitu akrab disapa, sudi berbagi penjelasan tentang layanan pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) di tempat tersebut. Dia menjelaskan, layanan itu dipriotaskan bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah. Menurutnya, suku bunga yang diberikan bagi masyarakat yang hendak melakukan pinjaman sangat terjangkau, yakni 9 persen per tahun.

“KUR di Bank Jateng suku bunganya sangat rendah, sebesar 9 persen per tahun. Masyarakat yang ingin mengajukan pinjaman juga cukup mudah. Asalkan belum pernah mengajukan KUR di bank lain, dua sampai tiga hari pengajuan sudah dapat terealisasi,” ungkap Dhany waktu ditemui di kantor, Jalan Jendral Sudirman nomor 158, Desa Rendeng, Kecamatan Kota, Kudus.

Warga Demak yang mengaku belum lama bekerja di Bank Jateng Kudus, ini mengatakan, metode angsuran yang diterapkan pada Bank Jateng, katanya, setiap bulan suku bunga semakin menurun. Menurutnya, pengajuan kredit yang dapat diperoleh terbagi menjadi dua plafon. Di antara dua plafon itu, diperuntukkan untuk modal kerja maksimal Rp 25 juta per debitur dan investasi maksimal pengajuan sebesar Rp 500 juta per debitur.

“Penggunaan modal kerja masa angsuran selama empat tahun dan investasi maksimal lima tahun. Khusus modal kerja, kredit tanpa anggunan dan biaya administrasi ketika masyarakat mengajukan pinjaman. Sektor usaha produktif yang kami prioritaskan meliputi sektor pertanian, perikanan, industri pengolahan, perdagangan serta usaha jasa lain yang kami anggap layak,” ujar Dhany sambil sesekali melanjutkan pekerjaanya.

Dia menambahkan, dalam mengajukan pinjaman berupa KUR di Bank Jateng, masyarakat harus melengkapi beberapa syarat yang sudah ditetapkan. Di antaranya, foto copy Kartu Tanda Penduduk (KTP), surat nikah, ijin usaha minimal sudah berjalan selama dua tahun, Kartu Keluarga (KK) serta surat keterangan dari Desa. Bagi masyarakat yang hendak mengajukan kredit di atas Rp 100 juta, syarat pengajuan disertakan fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

“Biasanya yang sering melakukan pengajuan di tempat kami dari sektor pertanian, perdagangan dan peternakan. Hampir menyeluruh semua area Kudus, ada yang dari Kecamatan Dawe, Bae dan ada pula yang dari area Gebog. Kebanyakan usaha seperti lontong serta pedagang pasar kliwon yang sering mengajukan pinjaman KUR,” tambah Dhany.