Ekonomi Update (Div Treasury & Internasional)

Selasa, 16 Januari 2018

EKONOMI DOMESTIK

Ketiga indeks return pasar SBN bertahan positif pada penutupan perdagangan Senin. ICBI naik sebesar +0,3362poin (+0,14%) ke level 246,7220. Kinerja obligasi pemerintah (INDOBeXG-TR) turut menguat sebesar +0,3064poin (+0,13%) ke level 244,0975 dan kinerja obligasi korporasi (INDOBeXC-TR) menguat sebesar +0,5272poin (+0,21%) ke level 255,5592. Kurva IBPA-IGSYC (IBPA-Indonesia Government Securities Yield Curve) bergerak bullish. Penurunan yield dipimpin oleh kelompok tenor menengah (5-7tahun) yakni sebesar –6,16bps. Kemudian diikuti oleh yield kelompok tenor pendek (<5tahun) yang turun –3,54bps dan tenor panjang (>7tahun) yang turun –2,83bps. Dengan demikian INDOBeXG-Effective Yield pada akhir perdagangan Senin turun ke level 6,2118 atau turun –0,0164poin. Di tengah penguatan indeks, harga SUN seri benchmark justru terkoreksi dengan rata-rata sebesar –17,38bps. Harga seri FR0064 terkoreksi paling dalam sebesar –30,73bps. Sedangkan ketiga seri lainnya turut melemah masing-masing sebesar: FR0075 (-18,96bps), FR0065 (-16,53bps), dan FR0063 (-3,31bps). Namun mayoritas harga SBN seri FR dan ORI tercatat menguat dengan rata-rata +10,89bps. Sehingga INDOBeXG-Clean Price tercatat menguat +0,0816poin ke level 121,1825. Aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder di hari Senin tampak turun dari sisi total frekuensi sebesar –32,05% dari 989 kali menjadi 672 kali. Total volume perdagangan juga turun –30,53% dari Rp16,81tn menjadi Rp11,67tn. Aktivitas transaksi SUN benchmark mengalami penurunan frekuensi yakni –51,16% dari 303 kali menjadi 148 kali. Sedangkan volume transaksi SUN benchmark turun –74,81% dari Rp4,21tn menjadi Rp1,06tn. Seri teraktif dicatatkan oleh FR0065 dengan frekuensi perdagangan 72 kali dan volume Rp138miliar. Sementara FR0056 menjadi yang tersolid dengan volume Rp1,35tn. Pergerakan pasar SBN hingga sesi kedua perdagangan Senin kemarin berlanjut menguat. Terjaganya persepsi positif investor yang sejalan dengan penguatan bursa regional Asia turut ditopang oleh penguatan mata uang Rupiah terhadap USD pada perdagangan Senin kemarin. Rupiah terapresiasi sebesar Rp13.332/US$ dari sebelumnya Rp13.353/US$. Terlebih lagi, penguatan mayoritas harga SBN hingga sesi sore kemarin juga dipicu oleh respon positif pasar terhadap rilis neraca perdagangan Indonesia untuk tahun penuh 2017 ke level US$11,84miliar atau melonjak dibandingkan tahun 2016 yang sebesar US$9,53miliar karena perbaikan kinerja ekspor. Positifnya pasar diperkirakan akan berlanjut hingga Selasa ini dan dapat mendongkrak penawaran masuk pada lelang SUN hari ini. Pemerintah akan melelang 2 seri SPN dan 3 seri FR dengan target indikatif Rp17,00tn dan maksimal Rp25,50tn. Pasar obligasi domestik masih berpotensi menguat pada perdagangan ini. Euforia investor terhadap positifnya kinerja neraca perdagangan untuk tahun penuh 2017 serta akan dilaksanakannya lelang SUN akan menjadi faktor positif peningkatan transaksi dan penguatan kinerja pasar SBN.

Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada akhir November 2017 tercatat sebesar USD347,3 miliar atau tumbuh 9,1% (yoy). Berdasarkan kelompok peminjam, posisi ULN sektor swasta dan sektor publik masing-masing mengalami peningkatan. Posisi ULN sektor swasta pada November 2017 tercatat sebesar USD170,6 miliar atau tumbuh 4,2% (yoy), lebih tinggi dari 1,3% (yoy) pada bulan sebelumnya. Sementara itu, posisi ULN sektor publik tercatat sebesar USD176,6 miliar pada periode yang sama atau tumbuh 14,3% (yoy), meningkat dibanding bulan sebelumnya yang sebesar 8,4% (yoy). Berdasarkan jangka waktu asal, struktur ULN Indonesia pada akhir November 2017 masih aman. ULN tetap didominasi ULN jangka panjang yang memiliki pangsa 85,7% dari total ULN dan pada November 2017 tumbuh 7,5% (yoy), meningkat dibandingkan bulan sebelumnya (3,9% yoy). Sementara itu, ULN berjangka pendek dengan pangsa 14,3% dari total ULN tumbuh 19,8% (yoy), atau lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada Oktober 2017 (10,8% yoy). Menurut sektor ekonomi, posisi ULN swasta pada akhir November 2017 terkonsentrasi di sektor keuangan, industri pengolahan, listrik, gas, dan air bersih (LGA), serta pertambangan. Pangsa ULN keempat sektor tersebut terhadap total ULN swasta mencapai 77,6%, sedikit meningkat dibandingkan dengan pangsa bulan sebelumnya (76,9%). Pertumbuhan ULN secara tahunan di sektor keuangan, industri pengolahan, dan LGA tercatat meningkat. Di sisi lain, ULN di sektor pertambangan secara tahunan tercatat mengalami pertumbuhan negatif. Bank Indonesia memandang perkembangan ULN pada November 2017 tetap terkendali. Hal ini tercermin antara lain dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang pada akhir November 2017 tercatat stabil di kisaran 34%. Rasio tersebut masih lebih baik dibandingkan dengan rata-rata negara peers. Bank Indonesia terus memantau perkembangan ULN dari waktu ke waktu untuk meyakinkan bahwa ULN dapat berperan secara optimal dalam mendukung pembiayaan pembangunan tanpa menimbulkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian.

Neraca perdagangan Indonesia pada 2017 mencatat peningkatan surplus dibandingkan tahun sebelumnya. Surplus neraca perdagangan Indonesia pada 2017 meningkat menjadi 11,83 miliar dolar AS, meski secara bulanan pada Desember 2017 mengalami defisit 0,27 miliar dolar AS. Peningkatan surplus neraca perdagangan tahun 2017 ini ditopang oleh kenaikan surplus neraca perdagangan nonmigas yang lebih besar dibandingkan dengan kenaikan defisit neraca perdagangan migas. Surplus neraca perdagangan nonmigas tercatat meningkat 5,24 miliar dolar AS menjadi 20,40 miliar dolar AS pada 2017. Di sisi lain, defisit neraca perdagangan migas hanya naik 2,93 miliar dolar AS menjadi 8,57 miliar dolar AS pada periode yang sama. Sementara itu, defisit neraca perdagangan Indonesia pada Desember 2017 bersumber dari lebih rendahnya surplus neraca perdagangan nonmigas dibandingkan dengan defisit neraca perdagangan migas. Surplus neraca perdagangan nonmigas pada Desember 2017 tercatat 0,77 miliar dolar AS, menurun dibandingkan dengan surplus bulan sebelumnya sebesar 1,14 miliar dolar AS. Penurunan surplus neraca perdagangan nonmigas tersebut dipengaruhi oleh penurunan ekspor nonmigas sebesar 0,76 miliar dolar AS (mtm) yang lebih besar dari penurunan impor nonmigas sebesar 0,39 miliar dolar AS (mtm). Penurunan ekspor nonmigas terutama terjadi pada ekspor lemak dan minyak hewani/nabati, mesin/peralatan listrik, kendaraan dan bagiannya, serta mesin-mesin/pesawat mekanik. Sementara di sisi lain, penurunan impor nonmigas terutama terjadi pada impor mesin dan pesawat mekanik, plastik dan barang dari plastik, kendaraan dan bagiannya, serta bahan kimia organik. Neraca perdagangan migas pada Desember 2017 mencatat defisit sebesar 1,04 miliar dolar AS. Defisit tersebut lebih besar dibanding defisit pada November 2017 yang sebesar 0,92 miliar dolar AS. Peningkatan defisit neraca perdagangan migas tersebut dipengaruhi oleh peningkatan impor migas sebesar 0,35 miliar dolar AS (mtm) yang melampaui peningkatan ekspor migas sebesar 0,23 miliar dolar AS (mtm). Bank Indonesia memandang bahwa kinerja neraca perdagangan tetap positif dalam mendukung kinerja transaksi berjalan. Ke depan, kinerja neraca perdagangan diperkirakan terus membaik seiring dengan perbaikan pertumbuhan ekonomi dunia dan harga komoditas global yang tetap tinggi. Perkembangan tersebut akan mendukung perbaikan prospek pertumbuhan ekonomi dan kinerja transaksi berjalan.

EKONOMI GLOBAL

Sentimen pelemahan dolar tampaknya masih akan berlanjut pada hari kedua di pekan ini dengan investor terlihat masih mencerna serangkaian outlook optimis dari negara-negara ekonomi maju. Untuk data penting hari ini adalah data inflasi konsumen Inggris yang dirilis pukul 16:30 WIB dengan perkiraan akan lebih rendah dari periode sebelumnya. Sementara itu dari AS, data yang menjadi fokus adalah indeks manufaktur wilayah New York yang dirilis pukul 20:30 WIB dengan ekspektasi lebih tinggi dari periode sebelumnya. Potensi Pergerakan:

Emas 

Harga emas masih berpotensi untuk melanjutkan kenaikannya akhis-akhir ini karena outlook pelemahan greenback. Namun, waspadai untuk adanya aksi profit taking dengan level resisten kuat terlihat di $1350 dan level support di $1330.

Minyak 

Harga minyak yang menguat akhir-akhir ini karena ditopang oleh pembatasan produksi oleh OPEC dan Rusia berpotensi terhambat atau bahkan bisa berbalik melemah dengan sentimen meningkatnya aktivitas pengeboran di Kanada dengan level support terlihat di $64.00.

EURUSD 

Outlook pemangkasan pembelian obligasi oleh ECB  serta komentar dari anggota Dewan Gubernur ECB Hanson yang mengatakan bahwa apresiasi euro tidak mengancam outlook inflasi berpotensi akan kembali dorong kenaikan EURUSD pada hari ini untuk menargetkan level resisten di 1.2300.

GBPUSD 

Pada hari ini, investor harus waspadai penguatan GBPUSD yang disokong oleh outlook optimis dalam negosiasi Brexit setelah adanya laporan bahwa menteri Keuangan Belanda dan Spanyol mengatakan belum ada kesepakatan baru antara zona Euro dengan Inggris dengan potensi rentang perdagangan hari ini terlihat di antara 1.3700 – 1.3850. Pada hari ini fokus investor akan tertuju pada data inflasi Inggris.

USDJPY 

Pelemahan greenback dan outlook pemangkasa pembelian obligasi oleh BOJ masih akan menjadi sentimen pemicu penurunan USDJPY pada hari ini dengan menguji level support kuat di 110.00.

AUDUSD 

Sentimen harga komoditas yang solid serta melemahnya dolar AS masih berpotensi menjadi katalis positif untuk pergerakan AUDUSD pada hari ini dengan membidik level resisten psikologis di 0.8000.

Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Selasa 16/01/2018 pukul 10.19 WIB:

Source: bloomberg/ afp/ xinhua/ bi/ ojk/ kemenkeu/ bps/ reuters/ antara/ ibpa/ kontan/ bisnis/ wartaekonomi/ investordaily/ bbc/ kompas/ liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.

Leave a Comment